KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Dialog Manjira sebagai bagian dari perayaan Dies Natalis ke-63. Acara yang menghadirkan motivator nasional Shahnaz Haque ini berlangsung secara hybrid di Grha Undana pada Selasa, 9 September 2025.
Kegiatan ini secara khusus mengangkat tema “Sinergi Pengembangan Diri, Merajut Inspirasi, dan Menenun Prestasi,” yang terinspirasi dari filosofi tenun Nusa Tenggara Timur. Dialog ini bertujuan untuk mendorong civitas academika agar dapat mengembangkan diri dengan tetap berakar pada budaya lokal.
Acara diawali dengan parade busana tenun ikat khas NTT. Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Undana dan para mahasiswa Prodi Tenun Ikat – Fakultas Sains dan Teknik tampil memukau dengan balutan tenun, memberikan sentuhan budaya yang kental sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga warisan lokal.

Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc., dalam sambutannya menegaskan bahwa Dialog Manjira adalah bagian integral dari rangkaian Dies Natalis. Ia menyebut acara ini sejalan dengan tema besar Dies Natalis ke-63, yaitu “Grow Beyond the Limit.”
“Undana harus bertumbuh melampaui batasan-batasan yang ada. Sebagai perguruan tinggi, kita harus berwawasan global, berdampak nasional, bahkan internasional,” ujar Rektor. Ia juga menekankan bahwa keunikan budaya NTT adalah modal besar untuk bersaing di kancah global.


Senada dengan Rektor, Ketua DWP Undana menjelaskan makna mendalam dari tema kegiatan. Ia menyebut, setiap benang tenun yang dirajut bukan sekadar hiasan, melainkan simbol doa, kesabaran, dan kerja sama. “Dengan bersinergi kita merajut inspirasi, dengan kebersamaan kita menenun prestasi,” ungkapnya.
Sebagai puncak acara, Shahnaz Haque membawakan materi berjudul “Langkah Praktis Membangun Kebiasaan Baik untuk Mengembangkan Potensi Diri”. Kehadirannya memberikan energi baru dan inspirasi nyata bagi mahasiswa Undana.
Dalam paparannya, Shahnaz mengingatkan peserta untuk memulai perubahan dari langkah sederhana. Ia mencontohkan kebiasaan kecil seperti disiplin waktu, membaca, dan menulis refleksi, yang menurutnya dapat melahirkan perubahan besar dalam diri seseorang.



Acara yang diikuti oleh DWP perguruan tinggi lain, civitas academika, mahasiswa, serta tamu undangan ini berlangsung interaktif. Melalui sesi dialog, peserta dapat bertanya langsung dan berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam membangun kebiasaan baik di era digital.
Dialog Manjira menjadi simbol Dies Natalis ke-63 yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna. Dengan perpaduan parade budaya dan paparan inspiratif, Undana menegaskan komitmennya untuk menumbuhkan budaya dialog, mengembangkan potensi diri, dan melestarikan identitas NTT di kancah global. (Iyl)
GALERI FOTO







