(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

KKN Tematik Gentaskin 2025: Mahasiswa Undana Dukung Berantas Stunting dan Kemiskinan di TTS

SOE, NTT – Universitas Nusa Cendana (Undana) secara proaktif mengirimkan 32 mahasiswanya untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gentaskin di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). KKN ini merupakan bagian integral dari upaya kolaboratif yang lebih luas yang digagas oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV, bertujuan untuk secara langsung mengatasi persoalan krusial stunting dan kemiskinan ekstrem yang masih menghantui sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program KKN Tematik Gentaskin ini tidak hanya melibatkan Undana, melainkan merupakan inisiatif besar LLDIKTI Wilayah XV yang tersebar di beberapa kabupaten di NTT, dengan Kabupaten TTS menjadi salah satu fokus utamanya. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari program nasional Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, menunjukkan sinergi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Agustinus Fahik, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah XV, menjelaskan bahwa total 166 mahasiswa dari sebelas perguruan tinggi di Pulau Timor turut serta dalam pengabdian masyarakat selama dua bulan di Kabupaten TTS. “LLDIKTI bersama KPT Kosabangsa akan menurunkan mahasiswa peserta KKN yang berasal dari 11 perguruan tinggi di Pulau Timor sebanyak 166 orang untuk mengabdi di wilayah prioritas dengan persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem tertinggi di NTT,” ungkapnya, menegaskan komitmen bersama dalam penanganan isu-isu fundamental ini.

Khusus di Kabupaten Timor Tengah Selatan, fokus KKN Tematik Gentaskin 2025 diarahkan pada sepuluh desa yang tersebar di enam kecamatan. Pemilihan desa-desa ini didasarkan pada data prevalensi stunting tertinggi yang dirilis oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Provinsi NTT, memastikan intervensi tepat sasaran pada komunitas yang paling membutuhkan.

Rincian desa sasaran menunjukkan tingkat urgensi yang tinggi. Di Kecamatan Mollo Utara, Desa Taiftob tercatat memiliki angka prevalensi stunting mencapai 53,38 persen. Sementara itu, Kecamatan Mollo Selatan menjadi lokasi bagi tiga desa, yaitu Desa Kesetnana dengan prevalensi 50,53 persen, Desa Noinbila dengan 50 persen, dan Desa Biloto dengan angka 42,57 persen, mengindikasikan konsentrasi masalah gizi buruk di wilayah tersebut.

Penyebaran mahasiswa juga mencakup Kecamatan Mollo Tengah, di mana Desa Pika memiliki prevalensi stunting 49,62 persen dan Desa Kualeu 45,32 persen. Selanjutnya, Desa Koa di Kecamatan Mollo Barat mencatat 47,62 persen, dan Desa Puna di Kecamatan Polen 43,37 persen. Dua desa terakhir berada di Kecamatan Oenino, yakni Desa Neke dengan 41,55 persen dan Desa Oenino sendiri dengan 40,5 persen, menunjukkan sebaran masalah yang memerlukan perhatian serius.

Seluruh mahasiswa yang berjumlah 166 orang ini akan disebar ke sepuluh desa tersebut, bekerja sama dengan rekan-rekan mahasiswa dari universitas lain yang terlibat dalam program ini. Setiap desa akan didampingi oleh seorang dosen pembimbing, memastikan arah dan efektivitas program. Agustinus Fahik berharap pemerintah desa dapat secara optimal memanfaatkan kompetensi yang dimiliki para mahasiswa serta melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan desa, demi dampak positif pada pembangunan, khususnya penanganan stunting dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Pelepasan resmi para mahasiswa KKN ini dilaksanakan pada Senin, 4 Agustus 2025, di Aula Gunung Mutis Kantor Bupati TTS. Acara penting ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati TTS, Johny Army Konay, didampingi oleh Asisten I Sekretaris Daerah TTS, Denny Nubatonis, menandai dimulainya fase pengabdian mahasiswa di lapangan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati TTS Johny Army Konay menyampaikan sukacita pemerintah daerah atas kehadiran para mahasiswa KKN. “Kami sebagai Pemda menerima dengan sukacita kehadiran teman-teman mahasiswa sekalian di Kabupaten TTS ini, juga akan melepas teman-teman untuk ke lokasi yang telah disiapkan,” jelasnya, sembari berharap para mahasiswa dapat berinovasi untuk bersama-sama memberantas stunting dan kemiskinan ekstrem. Ia menekankan pentingnya mahasiswa mengekspresikan keahlian mereka untuk pelayanan dan sosialisasi ilmu masing-masing.

Kegiatan KKN Tematik Gentaskin ini mengedepankan pendekatan kolaborasi lintas sektor dan komunitas, sebagai manifestasi kepedulian dunia pendidikan dalam mengatasi dua persoalan mendesak di NTT. Diharapkan, kehadiran dan inovasi para mahasiswa selama dua bulan pengabdian ini mampu memberikan kontribusi signifikan dalam menekan angka stunting dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi Kabupaten TTS. (Ing)

Comments are closed.
Arsip