KUPANG – Dunia kewirausahaan di kalangan mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) terus berkembang pesat. Kabar terbaru datang dari Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana, di mana satu kelompok mahasiswanya berhasil lolos seleksi ketat Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025. Pencapaian gemilang ini menegaskan komitmen Undana dalam membina ide-ide bisnis inovatif dan mempersiapkan generasi muda yang siap berkompetisi di kancah global.
P2MW adalah program strategis yang dirancang untuk membimbing mahasiswa yang telah memiliki usaha. Melalui bantuan dana pengembangan, pendampingan, dan pelatihan intensif, program ini bertujuan menginkubasi potensi wirausaha mahasiswa. Tidak hanya itu, para penerima manfaat P2MW juga akan mendapatkan akses eksklusif ke jaringan luas, kemitraan strategis dengan industri, investor, serta inkubator bisnis terkemuka.


Salah satu dari dua kelompok mahasiswa FEB Undana yang berhasil menembus seleksi adalah “Your Clothes”. Kelompok ini hadir dengan visi bisnis yang tak hanya inovatif, tetapi juga berakar kuat pada pelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan. Mereka mengusung konsep perpaduan unik antara tenun tradisional NTT dan kain perca, menciptakan sebuah karya fashion yang sarat makna.
Tim “Your Clothes” beranggotakan lima mahasiswa berdedikasi: Ado Dasu Yohanes Kabalen, Leonisya Esmeralda Wolowutung, Leo Marco Theophilus Sir, Yohanes Fransisko, dan Asron Christanti Manu. Kolaborasi mereka menjadi kunci keberhasilan dalam merancang dan mengembangkan ide bisnis yang berdampak positif bagi banyak pihak.
Ide brilian “Your Clothes” bermula dari pengamatan sederhana namun mendalam. Salah satu anggota tim menyadari besarnya volume limbah kain perca yang terbuang sia-sia saat menggunakan jasa penjahit. Dari sinilah, dengan dijiwai kecintaan mendalam pada budaya NTT, mereka bertekad mengubah limbah tersebut menjadi produk fashion dan aksesori bernilai tinggi.



Konsep utama mereka adalah mengintegrasikan keindahan motif tenun ikat NTT dengan kain perca. Pendekatan ini memungkinkan “Your Clothes” menghasilkan produk unik yang tidak hanya dapat disesuaikan dengan pesanan pelanggan, tetapi juga secara signifikan berkontribusi pada pengurangan limbah tekstil. Lebih dari itu, inisiatif ini sekaligus mempromosikan warisan budaya NTT dan mendukung perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang telah menjalin kerja sama.
Alda, salah satu anggota tim, menjelaskan motivasi di balik proyek ini. “Dari sinilah setidaknya kami dapat membantu mengurangi limbah tekstil. Alasan lain kami padukan dengan kain tenun, selain karena kami cinta NTT, kami juga ingin membantu para pelaku UMKM yang seringnya produknya dihargai dengan tidak wajar. Makanya, kami di sini juga untuk membantu pemberdayaan manusia,” ujarnya dengan antusias.
Awalnya, “Your Clothes” tidak menargetkan pasar spesifik, mengingat fleksibilitas industri fashion yang mampu menjangkau berbagai usia dan kalangan. Namun, seiring dengan pengembangan produk dan analisis pasar, mereka menemukan bahwa target pasar utama mereka adalah para pekerja kantoran dan anak-anak muda yang peduli akan fashion unik dan berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada fashion, “Your Clothes” juga memproduksi aksesori lain untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar NTT. Seluruh koleksi produk inovatif mereka dapat dilihat dan dipesan melalui laman Instagram resmi mereka, @your.cloths_mnj, yang menjadi platform utama untuk berinteraksi dengan konsumen.


Komitmen terhadap budaya dan keberlanjutan lingkungan tak berhenti pada produk. “Your Clothes” melangkah lebih jauh dengan merancang kemasan produk yang ramah lingkungan. Rohan, anggota tim lainnya, mengungkapkan bahwa mereka berencana mengganti plastik pembungkus produk dengan anyaman daun lontar.
“Kita telah berbicara mengenai limbah tekstil, tidak adil rasanya kalau kita juga terus memproduksi sampah jenis lain, misalnya plastik. Jadi, kami berencana mengganti pembungkus produk dari anyaman daun lontar,” terang Rohan. Inovasi ini menunjukkan dedikasi mereka pada prinsip keberlanjutan dari hulu hingga hilir.
Alda menambahkan bahwa daun lontar memiliki potensi multifungsi yang besar. “Kelebihan produksi daun lontar bisa dimanfaatkan untuk keperluan lainnya, salah satunya yaitu sebagai pembungkus produk kami untuk membuat desain produk yang lebih unik tanpa harus menggunakan plastik,” jelasnya. Ini juga menjadi visi jangka panjang “Your Clothes” untuk terus memberikan dampak positif, bahkan setelah program P2MW berakhir dan mereka lulus.
Proses seleksi P2MW yang sangat kompetitif menuntut setiap tim untuk menyusun proposal bisnis yang komprehensif, mencakup riset pasar mendalam hingga analisis keuangan yang detail. Meskipun waktu pendaftaran cukup mepet, hal itu tidak menyurutkan semangat tim “Your Clothes” dari FEB Undana. Berkat perencanaan yang matang, ide yang kuat, dan kerja sama tim yang solid, mereka berhasil melewati setiap tahapan dengan gemilang.
Alda dan teman-temannya secara kompak mengakui tantangan yang mereka hadapi. “Pendaftaran yang kami lakukan sebenarnya sudah agak mepet deadline hingga harus begadang hingga dini hari. Tapi, karena kerja sama tim yang kooperatif, kami akhirnya berhasil lolos,” ungkap mereka, menunjukkan dedikasi dan kegigihan.


Rohan juga mengingatkan pentingnya mengikuti akun Instagram Kemahasiswaan Diktisaintek RI (@kemahasiswaan.dikti) bagi setiap mahasiswa Undana yang ingin mengembangkan ide, mengasah kemampuan, dan mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan. “Semua program pemerintah ada di sana. Ada magang merdeka, P2MW, dan beragam kegiatan bermanfaat lainnya untuk semua jurusan dan fakultas,” jelasnya.
Tidak lupa, ia memberikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lain yang mungkin belum termotivasi untuk mengikuti kegiatan serupa. “Hal-hal semacam ini dimulai dari mencontoh pengalaman-pengalaman senior yang telah lebih dahulu mencobanya, selanjutnya bisa berdiskusi dengan teman-teman yang mempunyai visi yang sama maupun dosen pembimbing,” pungkas Rohan, menekankan pentingnya menetapkan tujuan, skala prioritas, dan motivasi yang jelas dan terstruktur.
Keberhasilan dua kelompok mahasiswa FEB Undana dalam meraih kesempatan emas mengikuti P2MW 2025 membuktikan potensi kewirausahaan yang luar biasa di kalangan generasi muda NTT. Dengan dukungan pendanaan, pelatihan, dan pendampingan yang diberikan, kedua tim memiliki peluang besar untuk mengembangkan bisnis inovatif yang tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga membawa dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. (fnt)
