(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Rektor Undana Lepas 1.737 Mahasiswa KKN: Jadi Duta Kampus dan Penggerak Pembangunan NTT

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmennya dalam pembangunan daerah dengan melepas 1.737 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025. Prosesi pelepasan yang berlangsung di pelataran Gedung Rektorat Undana ini menandai dimulainya pengabdian ribuan mahasiswa sebagai duta kampus dan agen perubahan di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur. Acara penting ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Universitas, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta para peserta KKN.

Ribuan mahasiswa yang dilepas ini berasal dari tujuh fakultas di Undana, tidak termasuk Fakultas Peternakan dan Kelautan Perikanan (FPKP) serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mereka terbagi ke dalam 145 tim yang akan menyebar ke berbagai lokasi penempatan. Lokasi tersebut meliputi 37 kelompok di Kampus Undana (Kupang Kota), 27 kelompok di Kabupaten Kupang, 36 kelompok di Timor Tengah Selatan (TTS), 15 kelompok di Timor Tengah Utara (TTU), 17 kelompok di Kabupaten Belu, 24 kelompok di Alor, dan 11 kelompok di Sumba Timur.

Setiap kelompok KKN akan didampingi oleh seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang berperan dalam mengawal pelaksanaan program. DPL juga menjadi saluran komunikasi utama jika mahasiswa menghadapi kendala atau membutuhkan dukungan di lapangan. Peran ini memastikan bahwa setiap program KKN berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

Dalam sambutan resminya, Rektor Undana Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., secara tegas menyampaikan pesan kunci kepada para mahasiswa. “Kami harapkan adik-adik sekalian ini adalah duta Undana. Bagi masyarakat di kabupaten atau desa, mahasiswa KKN itu mempunyai penghargaan tersendiri. Oleh karena itu, kalian harus melakukan tugas dan kewajiban Anda dengan baik,” ujarnya, menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater.

Rektor juga mengingatkan bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup. “Ini adalah kesempatan kalian untuk menunjukkan kemampuan bekerja sama. Kolaborasi itu penting. Pintar saja tidak cukup; kalian harus punya soft skill untuk berkolaborasi dengan orang yang mungkin berpandangan berbeda. Kemampuan problem-solving juga akan diuji di sana. Jangan merasa paling hebat atau paling tahu segalanya—hidup ini, Anda butuh orang lain,” tegasnya, menyoroti pentingnya keterampilan interpersonal dan adaptasi.

Tidak hanya itu, Prof. Maxs juga memberikan perhatian khusus pada keselamatan dan martabat mahasiswa selama di lapangan. “Anda punya harga diri dan martabat. Jika di lapangan ada eksploitasi tenaga, fisik, atau psikis, STOP. Terutama perempuan—jangan takut. Laporkan kepada kami melalui DPL,” pesannya dengan lugas, menegaskan perlindungan terhadap setiap peserta KKN.

Program KKN ini, lanjut Rektor, merupakan bagian integral dari inisiatif “Undana Berdampak” yang bertujuan untuk mengatasi persoalan mendesak di NTT. “KKN ini adalah satu wujud Undana Berdampak, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ada begitu banyak harapan dari kementerian dan universitas agar perguruan tinggi berkontribusi mengatasi masalah-masalah krusial—penuntasan kemiskinan ekstrem, stunting, kesehatan ibu hamil & bayi, kekurangan air, dan sebagainya. Itu juga menjadi fokus kita,” jelasnya.

Melalui KKN, Undana berharap dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa, sekaligus menguji dan mematangkan kompetensi teknis serta soft skill mahasiswa. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring kolaborasi antara Undana, pemerintah daerah, dan komunitas lokal dalam upaya pembangunan berkelanjutan.

Pihak universitas akan memantau pelaksanaan program melalui laporan berkala DPL dan penilaian akhir, memastikan setiap upaya mahasiswa benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat NTT. Komitmen ini menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan kampus, melainkan wadah nyata untuk menyiapkan lulusan berkarakter, adaptif, dan kolaboratif yang siap mengabdi pada bangsa.

Pelepasan 1.737 mahasiswa KKN Undana tahun 2025 ini bukan sekadar prosesi seremonial, tetapi tonggak penting dalam perjalanan akademik dan sosial mahasiswa. Dengan semangat pengabdian dan integritas, mahasiswa diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan universitas dalam membawa ilmu ke tengah masyarakat, menjawab persoalan nyata, serta memperkuat kehadiran Undana sebagai perguruan tinggi yang berdampak dan relevan bagi pembangunan daerah. Undana menaruh harapan besar bahwa para peserta KKN akan kembali ke kampus tidak hanya membawa laporan kegiatan, tetapi juga pengalaman hidup, kedewasaan berpikir, dan jiwa kepemimpinan yang siap mengabdi untuk bangsa. (Iyl)

Comments are closed.
Arsip