(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Sambut 169 ASN Baru: Penguatan SDM dan Visi Kampus Berorientasi Global

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar acara penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 40 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2025 dan 129 Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2024. Total 169 Aparatur Sipil Negara (ASN) ini secara resmi bergabung dengan Undana dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula Theatre, Gedung Rektorat Undana, pada Selasa, 3 Juni 2025. Acara penting ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan rektorat, termasuk Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro Umum dan Keuangan (BUK), serta pimpinan sub unit kepegawaian Undana lainnya.

Penyerahan SK pengangkatan CPNS dan PNS ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri PANRB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pengangkatan ini juga menjadi bagian dari upaya Undana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur di lingkungan perguruan tinggi negeri tersebut.

Sebelum penyerahan SK, para ASN baru ini diajak untuk terlibat dalam kegiatan kerja bakti sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni. Kegiatan kerja bakti ini dibagi menjadi dua kelompok: PNS melakukan kerja bakti mulai dari gerbang utama Undana hingga Grha Cendana, sementara CPNS membersihkan area dari Gedung ICT Centre hingga Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana.

Keterlibatan ASN baru dalam kegiatan lingkungan ini menunjukkan komitmen Undana untuk tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga menanamkan kesadaran sosial dan lingkungan sejak dini kepada para pegawainya. Hal ini diharapkan dapat membentuk ASN yang tidak hanya profesional tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitar kampus.

Pesan Rektor: Integritas dan Inovasi untuk Visi Global
Dalam sambutannya, Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs. U. E. Saman, M.Sc., menyampaikan ucapan selamat datang, khususnya kepada ASN yang berasal dari luar NTT. Beliau mengungkapkan kebahagiaan pimpinan dan civitas akademika Undana atas penambahan kekuatan ini. “Kami bersukacita karena mendapatkan tambahan kekuatan untuk mendidik generasi muda Indonesia. Khususnya para dosen baru, karena kita sekian lama bergelut dengan kekhawatiran jika tidak ada penambahan dosen baru, maka dalam lima tahun ke depan, Undana akan berada dalam posisi ‘berbahaya’ dikarenakan terjadi rombongan pensiun besar-besaran,” ujar Prof. Maxs, mencontohkan profesi dosen yang memerlukan waktu lama untuk membentuk kompetensi.

Prof. Maxs juga berpesan kepada para ASN, yang didominasi oleh dosen, untuk senantiasa menjaga pola hidup sehat dan berolahraga. Beliau menegaskan bahwa mereka adalah aset berharga bagi Undana. “Jaga kesehatan, harus olahraga! Anda adalah aset, dari mana pun kalian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor Undana memberikan penjelasan mengenai visi Undana sebagai “global-oriented university” yang memiliki arti luas. Salah satu keunggulan Undana adalah keunikannya dalam lahan kering kepulauan. Potensi ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mencapai rekognisi internasional. “Uniqueness Undana adalah lahan kering kepulauan. Lahan kering kepulauan ini tidak hanya menjadi milik orang pertanian semata, karena ekosistem ekologi lahan kering kepulauan akan mendorong berbagai dinamika dan variasi di dalamnya,” tuturnya, memberi contoh berbagai bidang keilmuan yang dapat memanfaatkan keunikan ini untuk penelitian dan karya ilmiah guna mewujudkan visi Undana.

Tidak hanya itu, Prof. Maxs juga menekankan pentingnya peran dosen di era digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) saat ini. Beliau mengingatkan bahwa tugas dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik. “Anda sebagai dosen tugas kalian tidak hanya mengajar tapi juga mendidik. Mendidik dan mengajar itu berbeda. Mengajar itu seperti membuat orang yang tidak tahu menjadi tahu, membuat orang yang tidak terampil menjadi terampil, sedangkan dalam mendidik perlu ditanamkan karakter integritas. Chat-GPT tidak bisa mengajarkan seorang mahasiswa tentang moral, attitude, karakter. Itu tugas kita semua. Kalau seorang dosen tidak bisa mengajarkan itu maka dia sebenarnya tidak diperlukan, sehingga tugas kita adalah mempertontonkan integritas, soft-skills, moral,” tukasnya.

Penyerahan SK ini menandai momentum penting dalam memperkuat semangat pelayanan publik yang berlandaskan integritas, akuntabilitas, dan inovasi. Para ASN baru diharapkan dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata sesuai dengan bidang penugasan masing-masing, baik sebagai tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. (fnt)

Comments are closed.
Arsip