KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mengukir prestasi membanggakan. Sebanyak 47 proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari para dosen berhasil lolos seleksi dan mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk Tahun Anggaran 2025. Capaian luar biasa ini menegaskan komitmen Undana dalam kontribusi ilmiah dan sosial di tingkat nasional.
Pengumuman penerima pendanaan ini tertuang dalam keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 0419/C3/DT.05.00/2025 yang diterbitkan pada 22 Mei 2025. Keberhasilan 47 pengusul ini merupakan buah dari Program Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), sebuah program kompetitif yang sangat prestisius.
Program pendanaan ini dibuka secara daring melalui kanal YouTube Kemendiktisaintek mulai 10 Maret hingga 7 April 2025. Para dosen Undana, seperti halnya pengusul dari perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia, mengajukan proposal mereka melalui platform Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA). Proses seleksi yang ketat ini melibatkan serangkaian penilaian substansi dan kelayakan proposal, hingga akhirnya terpilihlah para penerima pendanaan.
Dukungan Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Kesejahteraan Masyarakat
Pendanaan ini sangat vital karena mendukung berbagai inisiatif penelitian dan pengabdian yang berpotensi memberikan solusi inovatif bagi berbagai permasalahan bangsa. Kemendiktisaintek sendiri telah menetapkan delapan bidang fokus riset yang menjadi prioritas, yaitu pangan, energi terbarukan, kesehatan (obat), transportasi, rekayasa keteknikan, pertahanan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora-pendidikan-seni-budaya, serta bidang riset lainnya. Sementara itu, program pengabdian kepada masyarakat mencakup skema pemberdayaan berbasis masyarakat, kewirausahaan, dan wilayah.
Dari 47 dosen yang berhasil mendapatkan pendanaan, 23 di antaranya berasal dari skema penelitian, dengan rincian 20 dosen pada subskema Penelitian Fundamental Reguler (PFR), satu dosen pada Penelitian Pascasarjana Perguruan Tinggi Mandiri (PPS-PTM), satu dosen pada Penelitian Pascasarjana – Perguruan Tinggi Non-Mandiri (PPS-LM), dan satu dosen pada Penelitian Terapan Luaran Prototipe (PT-LP). Sisanya, 24 dosen lainnya berhasil menembus skema pengabdian kepada masyarakat, di mana 23 orang masuk dalam subskema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), dan satu orang lainnya pada subskema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM).
Beberapa nama dosen yang berhasil meraih pendanaan penelitian antara lain Agnes Virginia Simamora dengan dua proposal tentang pengelolaan pestisida dan potensi kacang arbila, Antonius R Basa Ola yang berinovasi dalam pengawetan produk krustasea, serta Dony Martinus Sihotang dengan e-kolaborasi untuk pencegahan stunting. Penelitian lain mencakup pengembangan biomaterial, bahan antimikroba, hingga solusi pakan ternak. Daftar lengkap penerima dapat diakses dalam link berikut ini : bima.kemdiktisaintek.go.id/pengumuman.


Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya penelitian dan pengabdian yang tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik Undana, tetapi juga memberikan dampak positif yang konkret bagi masyarakat. Dari inovasi di sektor pangan, kesehatan, hingga lingkungan, setiap proposal membawa potensi besar untuk menciptakan solusi-solusi yang relevan dan berkelanjutan, khususnya untuk Nusa Tenggara Timur dan Indonesia pada umumnya.
Setelah penetapan ini, para dosen penerima pendanaan akan segera memulai implementasi proposal mereka sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Tahapan selanjutnya akan melibatkan pelaksanaan penelitian dan pengabdian, serta pelaporan berkala mengenai progres dan hasil yang dicapai. Monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat maksimal. (fnt)
