(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Inilah Juara Pesparawi Mahasiswa Nasional ke-XVIII yang Tak Terduga

KUPANG – Penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Nasional ke-XVIII resmi ditutup pada Sabtu (05/10/24) di Gedung Auditorium Grha Cendana, Universitas Nusa Cendana. Simbolisasi closing ceremony acara tersebut ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan dari Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI)/Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS) kepada Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., selaku tuan rumah penyelenggara dan juga kepada para dewan juri. Tidak hanya itu, penutupan acara ini dirayakan secara meriah dengan menampilkan kolaborasi tarian tradisional dari beragai daerah di Nusantara dalam balutan pertunjukan teater yang memukau oleh tim kreatif berbakat Kota Kupang.

Seluruh 33 kontingen yang ikut mengambil bagian dalam ajang ini diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat partisipasi dan penghargaan dalam bentuk lainnya berupa plakat juara, medali per tim, sertifikat juara per tim, e-sertifikat per mahasiswa peserta pesparawi mahasiswa nasional ke-XVIII, dan uang pembinaan bagi juara I, II, III, Haraan I, dan Harapan II berupa sejumlah uang berkisar Rp.25.000.000–150.000.000 (dua puluh lima hingga serratus lima puluh juta rupiah). Selain itu, sertifikat penghargaan khusus juga diberikan bagi interpretasi terbaik lagu musica sacra, interpretasi terbaik lagu traditional gospel, dan konduktor terbaik.

Berdasarkan hasil penilaian juri, PSM Universitas Kristen Maranatha keluar sebagai juara kategori interpretasi terbaik lagu musica sacra, penghargaan interpretasi terbaik lagu traditional gospel diberikan kepada PSM Universitas Surabaya, sedangkan penghargaan konduktor terbaik diberikan kepada Gloria Clara Fangohoy, perwakilan PSM Universitas Kristen Artha Wacana.

PSM Universitas Lelemuku Saumlaki harus puas dengan perolehan medali perunggu dengan skor 68,45 poin. Medali perak diraih oleh beberapa PSM dengan rentang nilai 70-79,99, yakni PSM Universitas Sanata Dharma (79,38), diikuti oleh PSM Universitas Musamus Merauke (79,08), PSM Universitas Negeri Medan (79,03), PSM Universitas Palangka Raya (79,00), PSM Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng (78,28), PSM Universitas Negeri Surabaya (78,23), PSM Universitas Caritas Indonesia (78,03), PSM Universitas Bina Nusantara (76,95), PSM Universitas Tandulako (76,43), PSM Universitas HKBP Nommensen (73,68), PSM Universitas Lambung Mangkurat (71,68).

Juara I sekaligus peraih medali emas disabet oleh PSM Universitas Sebelas Maret dengan poin 88,88 disusul oleh PSM Universitas Sam Ratulangi (86.85) sebagai juara II, peraih juara III, PSM Universitas Negeri Yogyakarta (85,88), diikuti oleh juara Harapan I, PSM Universitas Kristen Satya Wacana (85,15), dan juara Harapan II diraih oleh PSM Universitas Atma Jaya Yogyakarta (84,95).

Peserta lainnya yang turut mendapatkan perolehan medali emas antara lain PSM Universitas Sumatera Utara (84,35), PSM Universitas Surabaya (84,03), tuan rumah PSM Universitas Nusa Cendana berada di urutan ke delapan (83,85), PSM Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (83,63), PSM Universitas Universitas Tanjungpura (83,53), PSM Universitas Diponegoro (83,50), PSM Universitas Brawijaya (83,15), PSM Universitas Cenderawasih (83,10), PSM Universitas Kristen Artha Wacana (82,89), PSM Universitas Kristen Maranatha (82,53), PSM Universitas Negeri Manado (81,78), PSM Universitas Timor (81,58), PSM Universitas Kristen Indonesia Maluku (81,33), PSM Universitas Negeri Makassar (81,08), PSM Universitas Pattimura (80,85), dan di tempat terakhir peraih medali emas oleh PSM Universitas Kristen Indonesia Tomohon (80,28).

Melalui penyelenggaraan pesparawi mahasiswa nasional ke-XVIII ini, BPTI/Puspresnas berkeinginan untuk terus mendorong talenta-talenta muda sesuai dengan bidang keahlian masing-masing mahasiswa di setiap perguruan tinggi di Indonesia. Universitas dituntut untuk dapat mengidentifikasi bakat dan keunggulan masing-masing mahasiswanya.

Comments are closed.
Arsip