KUPANG – Pusat Bahasa pada University of Leeds melakukan pelatihan “Train the Trainers for Postgraduate Researcher (PGR) Development” atau melatih pelatih untuk pengembangan peneliti pasca sarjana atau PGR. Pelatihan tersebut diikuti para peneliti pascasarjana yang akan mengajar mahasiswa dan staf akademik yang akan melakukan studi doktoral di sejumlah perguruan tinggi, khususnya yang ingin belajar di University of Leeds.
Pelatihan tersebut dilaksanakan secara intensif selama satu minggu sejak Senin -Jumat, 16-20 Oktober 2023 di Gedung ICT Centre Undana.
Dua narasumber dari University of Leeds yang dihadirkan Kantor Urusan Internasional (KUI) Undana untuk memberi pelatihan, yakni Dr. Alex Ding, Direktur Beasiswa Pusat Bahasa dan Profesor Madya Bahasa Inggris untuk Tujuan Akademik dan Dr. Milada Walkova, Dosen Bahasa Inggris untuk Tujuan Akademik.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Annytha I. R. Detha, M.Si saat membuka pelatihan tersebut menyampaikan, apresiasi dan terima kasih atas kehadiran dan kesediaan tim dari Pusat Bahasa University of Leeds untuk memberikan pelatihan bagi para peneliti pasca sarjana.
Ia mengatakan, pimpinan Undana, pada prinsipnya sangat berkomitmen mendukung setiap kegiatan pengembangan sumber daya manusia, terutama dalam mendukung riset-riset para dosen Undana.
Prof. Annyta menyebut, para dosen yang mengikuti kegiatan ini merupakan orang-orang terpilih. Sebab, dari ribuan dosen Undana, namun yang mengikuti kegiatan tersebut, hanya 20 orang dosen. Begitupun dengan dosen dari Politeknik Pertanian Kupang dan dari Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat diikuti dengan baik oleh para peserta yang didominasi oleh para doktor. “Kami juga berharap agar peserta dapat menikmati pelatihan yang akan dilakukan selama seminggu,” tutur Prof. Annytha.
Direktur Beasiswa Pusat Bahasa dan Profesor Madya Bahasa Inggris untuk Tujuan Akademik di University of Leeds, Dr. Alex Ding pada kesempatan itu berharap agar para peserta pelatihan dapat menikmati seminar tersebut dan mampu mengikuti kegiatan tersebut dengan baik.

Dalam, pelatihan hari pertama, kata Dr. Alex Ding, sejumlah hal disampaikan, mulai dari pengenalan, fokus kursus, pengantar studi Ph.D, termasuk terminologi, tata kelola, persyaratan, hingga perbandingan antara konteks Inggris dan Indonesia.
Ia juga menyampaikan sejumlah hal yang berkaitan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang hari pertama hingga selesai.
Sementara itu, Kepala IRO Undana, Ir. Maria Lobo, M. Maths.Sc., Ph.D juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pusat Bahasa University of Leeds, karena Undana merupakan satu dari 3 universitas yang dipilih untuk menyelenggarakan kegiatan ini.
Ia menjelaskan, peserta kegiatan ini pada umumnya merupakan doktor yang sudah banyak melakukan kegiatan penelitian. Total peserta, sebanyak 25 orang, terdiri dari 20 dosen Undana, 3 dosen Politeknik Pertanian Kupang dan 2 dosen UKAW Kupang.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Undana tingkat Rektorat yang memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan pelatihan tersebut.
Untuk diketahui, University of Leeds adalah salah satu universitas terkemuka di Inggris (QS World Rankings 2021) dengan salah satu Pusat Bahasa Universitas yang paling bergengsi di sektor pendidikan tinggi di Inggris.

Pada hari pertama hingga hari terakhir, kedua narasumber bergantian memberikan materi.
Pada hari pertama, pemateri memberikan pengenalan dan fokus kursus, pengantar studi Ph.D termasuk terminology, tata kelola, persyaratan, perbandingan antara konteks Inggris dan Indonesia berupa sumber bacaan dan lainnya.
Hari kedua, peserta akan dilatih mempertimbangkan prinsip-prinsip desain silabus untuk PGR, analisis silabus PGR Leeds, merancang silabus PGR sendiri dan lainnya.
Hari ketiga, peserta akan menilai sejauh mana pendekatan berbasis genre dapat membantu para dosen untuk mengeksplorasi dan memahami bentuk-bentuk komunikasi disiplin ilmu tertentu. Mulai dari fokus bahasa konteks, audiens, retorika, dan struktur gerakan. Bahasa lisan, dan juga bahasa lisan dalam mempresentasikan proposal penelitian secara lisan.
Keempat, peserta akan difasilitasi untuk merefleksikan, menilai, mengevaluasi dan terlibat secara kritis dalam pembelajaran. Kemudian, peserta difasilitasi untuk mengeksplorasi jenis pemikiran dan penulisan kritis yang diperlukan dalam disiplin ilmu dan bidang studi tertentu.
Hari kelima, peserta mendiskusikan dan mempertimbangkan berbagai pendekatan pengajaran yang dapat membantu merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa/PGR. Kursus ini akan diakhiri dengan refleksi bersama tentang pembelajaran dan rencana pribadi untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut di masa depan (rfl)
