KUPANG – Universitas Nusa Cendana kembali menggelar upacara pengukuhan Guru Besar jelang Dies Natalis ke-61 pada 1 September mendatang. 2 (dua) orang Guru Besar asal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Yantus A.B.Neolaka, S.Pd., M.Si (bidang ilmu Kimia Analitik) dan Prof. Dr. I Gusti M.N.Budiana, S.Si, M.Si (bidang ilmu Kimia Organik).
Pengukuhan dilakukan oleh Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, sementara pengalungan samir kedua profesor dilakukan oleh Ketua Senat Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D di Auditorium Undana, Kamis 3 Agustus 2023.
Prof. Yantus yang dikukuhkan, hingga kini telah menghasilkan 8 judul penelitian kompetisi skala nasional sejak tahun 2015, 3 sebagai anggota peneliti dan 5 sebagai ketua peneliti. Ia juga memiliki 1 penelitian kompetisi internasional yang dibiayai pemerintah Malaysia melalui skema riset mygrand kerja sama dengan kolaborator research dari University Teknologi Malaysia Chm. Dr. Aemi Syazwani Binti Abdul Keyon pada tahun 2022 dan akan berakhir pada tahun 2025 nanti .
Bersama Profesor Fredrik L. Benu , Ph.D dan tim juga berhasil memenangkan program Pengabdian Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat tahun 2022 dan Kerja Sama Dunia Usaha dan Kreasi Reka tahun 2023
Tercatat 23 (dua puluh tiga) karya ilmia sudah ia dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. 8 jurnal diantaranya diterbitkan pada jurnal dengan rangking jurnal kategori toptier atau jurnal peringkat 1 – 20 besar dunia.
Salah satu publikasi beliau dengan judul A Cr(VI)-imprinted-poly(4-VP-co-EGDMA) sorbent prepared using precipitation polymerization and its application for selective adsorptive removal and solid phase extraction of Cr(VI) ions from electroplating industrial wastewater yang dipublikasikan pada tahun 2020 merupakan jurnal peringkat 4 kategori top citation paper pada jurnal Reactive and Functional Polymers penerbit Elsevier
Prof. Yantus juga memiliki pengalaman penulisan buku sebanyak 2 buku yakni: “Dasar-Dasar Pemisahan Kimia” penerbit Undana Press (2008) dan “Kimia Dasar” penerbit MIPA Press (2021)
Sementara itu, Prof. Gusti, hingga kini telah menghasilkan 11 judul penelitian Hibah Kompetitif sejak tahun 2000, melakukan 10 kegiatan pengabdian kepada masyarakat sejak tahun 2000, 6 penulisan artikel ilmiah dalam jurnal bereputasi, memiliki 4 paten nasional, serta pengalaman penulisan buku sebanyak 4 buku.
Sejumlah penghargaan yang pernah diraih, diantaranya adalah dosen berprestasi tingkat fakultas tahun 2007, penulis Poster terbaik pada kegiatan Seminar Hasi-Hasil Penelitian Ristek-DIKTI Tahun 2018, lulusan Magister terbaik Jurusan Kimia FMIPA UGM Tahun 2004, dengan masa studi 1 tahun 3 bulan, dan lulusan terbaik Program Doktoral Jurusan Kimia FMIPA UGM Tahun 2004, dengan masa studi 3 tahun 1 bulan.
Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan proficiat dan kebanggaanya atas pengukuhan Guru Besar ke 49 dan 50 Undana yang berasal dari FKIP.
Pengukuhan Guru Besar, bagi Rektor sebagai bentuk pertanggungjawaban secara ilmiah seorang profesor yang telah menguasai dan mendalami bidang ilmu tertentu. Tujuannya, kata Rektor, agar masyarakat akademik dan masyarakat luas dapat mengetahui kompetensi dan kepakaran profesor melalui pengungkapan kristalisasi pemikiran dengan nuansa ilmiah sesuai disiplin ilmu yang ditekuni.
Rektor menjelaskan, pidato ilmiah yang disampaikan mencerminkan pola pemikiran baru berdasarkan hasil penelitian yang lebih aplikatif bagi perwujudan gagasan baru sebagai sumbangan terhadap iptek, seni dan budaya, serta bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungannya.
Prof Maxs juga mengapresiasi ide penggunaan ionic yang dipaparkan Prof Yantus guna mengatasi persoalan kanker pada manusia, dan penggunaan tabir surya yang dipaparkan Prof. Gusti.
“Dari total ini 19 orang memasuki masa purnabakti atau meninggal dan satu orang pindah ke institusi lain, sehingga saat ini Undana memiliki 29 Guru Besar aktif. Masih tersisa satu profesor yang akan dikukuhkan nanti, sehingga secara total (nanti) ada 30 guru besar di Undana,” ujarnya.
Karena itu, menurut Prof. Maxs, berdasarkan jumlah tersebut, jika dilihat dari angka ideal 10-15 persen dari total dosen yang ada, maka jumlah profesor di Undana minimal 90-135 orang. Sebab, saat ini jumlah dosen Undana berada pada angka 900-an orang.
“Dari kondisi tersebut, maka sebenarnya Undana sangat berpotensi mencapai jumlah ideal 10-15 persen, karena jumlah doktor kita juga berada pada angka 230 orang dan lektor kepala 200 orang. Kita punya peluang besar untuk meningkatkan jumlah profesor ke angka ideal,” ujar Prof. Maxs optimistis.
Hingga kini, lanjut Rektor, Undana telah mengusulkan kurang lebih 25 orang yang sudah divalidasi untuk dikirim guna mendapatkan penilaian dari Kemendikbudristek terhadap usulan Guru Besar.
Rektor juga menyampaikan, pengukuhan dua profesor itu tidak hanya menjadi kebahagiaan dan kebanggaan keluarga tapi juga bagi Undana, terutama dalam menyumbang SDM yang berkualitas dan berkompetn pada bidangnya.
“Kami berharap, keberhasilan 2 profesor ini dapat memotivasi mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan potensi dan kapasitas akademik yang dimiliki,” pinta Prof. Maxs.
Dari rekam jejak kedua profesor tersebut, Rektor Undana mengaku Prof. Gusti dan Prof. Yantus merupakan gur besar yang hebat, bahkan kelas dunia. Karena itu, ia meminta agar dua profesor tersebut terus berkarya dan berinovasi agar dapat berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat.
Lebih lanjut, kata Rektor, menjadi seorang guru besar tidak sekadar pada capaian keilmuan, tapi juga menuntut adanya kematangan jiwa, serta integritas baik sebagai pendidik maupun sebagai mausia.
“Dengan gelar akademik tertinggi, sudah sepantutnya kita miliki dan memupuk jiwa kepedulian kepada umat manusia dan alam semesta serta berani dalam menegakkan kebenaran dilandasi kejujuran dan integritas,” pungkas Rektor Undana.
Hadir pada kesempatan itu, Gubernur NTT, Dr. Victor B. Laiskodat beserta Forkompimda NTT, jajaran TNI/Polri, Pemkot Kupang beserta Forkompimda, Sekretaris dan anggota Senat Undana, para Guru Besar, jajaran Dharma Wanita Persatuan Undanapara Guru Besar besert tamu undangan lainnya. (rfl).
FOTO-FOTO





