PARIAMAN, SUMATERA BARAT – Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui Program Studi (Prodi) Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH), turut menorehkan kontribusi penting dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat nasional. Partisipasi Undana ini diwujudkan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Kolaborasi Nasional Perguruan Tinggi Farmasi se-Indonesia.
Kegiatan yang perdana kali digelar dan diinisiasi oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas (Unand) ini berhasil menghimpun sinergi dari sekitar 29 perguruan tinggi farmasi dari berbagai daerah di Indonesia. Pelaksanaan pilot project ini dipusatkan di Desa Talago Sarik, Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Sabtu (8/10/2025).

Agenda Pengmas ini secara spesifik berfokus pada edukasi komprehensif mengenai penggunaan obat yang benar dan aman, termasuk kebiasaan krusial mengecek label dan masa kadaluwarsa obat. Selain itu, tim juga berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, salah satunya dengan membuat inovasi teh celup dari buah mengkudu sebagai pemanfaatan obat tradisional.
Dekan Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Prof. apt. Fatma Sri Wahyuni, Ph.D, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam sinergi perguruan tinggi farmasi se-Indonesia. “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Fakultas Farmasi dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Prof. Fatma berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dengan bagaimana penggunaan obat yang rasional, baik itu obat kimia ataupun obat tradisional. Hal ini sekaligus menegaskan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.


Kepala Desa Talago Sarik, Ahmad Fahmi, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pilot project ini. “Kami menyadari bahwa pemahaman masyarakat Desa Talago Sarik terhadap obat-obatan masih minim,” ujarnya.
Ahmad Fahmi menekankan pentingnya edukasi. “Mari kita manfaatkan momen ini untuk belajar bersama, meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan obat yang benar dan aman, serta pemanfaatan tanaman obat agar masyarakat kita tidak terlalu bergantung pada obat-obatan kimia tertentu,” tambahnya.
Dalam sesi penyuluhan, Koordinator Prodi Farmasi Undana, Dr. apt. Magdarita Riwu, S.Farm., M.Farm., turut menjadi pemateri utama. Ia memberikan penjelasan yang interaktif dan mudah dipahami, berfokus pada pemahaman dasar mengenai penggunaan dan penyimpanan obat yang benar, termasuk pentingnya memperhatikan masa pakai obat setelah kemasan dibuka.



Dr. Magdarita Riwu secara tegas menekankan bahwa obat bukanlah barang konsumsi biasa, melainkan zat kimia dengan masa aktif tertentu yang memerlukan perhatian khusus. Ia juga menyinggung pentingnya mengonsumsi antibiotik sesuai aturan dan dosis guna mencegah kekebalan bakteri, serta risiko dari praktik menyimpan obat sisa atau menggunakan obat milik orang lain.
Partisipasi Undana dalam kegiatan kolaborasi nasional ini menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui edukasi yang aplikatif. Melalui sinergi lintas perguruan tinggi, Undana turut memperluas jangkauan pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi warga, sejalan dengan semangat Undana sebagai kampus yang berdampak bagi bangsa. (Audc)
