(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Serius Tangani Sampah: Targetkan Kampus Hijau Berdaya Saing Lewat SOP dan Bank Sampah

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menunjukkan komitmen seriusnya dalam mengatasi persoalan sampah dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Penyusunan SOP Pengelolaan Sampah dan Pembentukan Bank Sampah Undana.” Kegiatan ini merupakan langkah konkret Undana untuk mendukung program ASTA Kampus yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup, sekaligus menjawab urgensi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

FGD yang berlangsung pada Selasa, 1 Juli 2025, ini dihadiri oleh berbagai pihak penting di lingkungan Undana dan mitra eksternal. Peserta yang hadir antara lain Direktur Program Pascasarjana Undana, Kepala LP2M Undana, perwakilan dari setiap Fakultas, Ketua DWP Undana, Direktur Bank Sampah Mutiara Timor, Tim Pengelolaan Sampah Undana, Laskar Peduli Lingkungan Undana, serta perwakilan BEM/BLM PT dan Fakultas. Kehadiran beragam pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif pengelolaan sampah di kampus.

Kepala Pusat Studi Lingkungan LP2M Undana, Prof. Dr. I. Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si, M.Si., menegaskan bahwa Undana harus mandiri dalam pengelolaan sampahnya. “Undana harus mampu mengelola sampahnya secara mandiri, oleh karena itu kita akan tindaklanjuti dengan pembuatan SOP yang belum kita miliki,” ujarnya, menyoroti pentingnya bercermin dari universitas besar yang sudah memiliki SOP serupa. Pernyataan ini memperkuat landasan hukum dan kebutuhan praktis bagi Undana untuk bergerak cepat.

Senada dengan itu, Kepala LP2M Undana, Dr. Herry Z. Kotta, ST., MT, dalam sambutannya menegaskan bahwa masalah sampah bukan lagi persoalan lokal, melainkan isu global yang merusak lingkungan dan kesehatan. “Masalah sampah ini masalah global, bukan lagi masalah lokal, karena selain merusak lingkungan hidup, juga merusak kesehatan. Persoalan ini sangat serius,” katanya dengan nada tegas. Urgensi ini mendorong Undana untuk segera memiliki sistem pengelolaan sampah yang komprehensif.

FGD ini diharapkan menghasilkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Sampah Undana sebagai panduan resmi yang sistematis dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan merancang pembentukan Bank Sampah Undana. Bank sampah ini tidak hanya akan mengumpulkan sampah bernilai ekonomis dari lingkungan kampus, tetapi juga membuka diri untuk menampung sampah dari masyarakat sekitar, memperluas dampaknya.

Dalam sesi pertama FGD, Tim Lingkungan LP2M mempresentasikan draf awal SOP Pengelolaan Sampah Undana. Presentasi ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta mitra eksternal. Berbagai masukan dan saran konstruktif diberikan untuk menyempurnakan isi SOP agar lebih efektif dan aplikatif di lapangan.

Sesi kedua diisi oleh Direktur Bank Sampah Mutiara Timor yang berbagi materi tentang strategi pembentukan dan manajemen bank sampah. Paparan ini memberikan wawasan praktis mengenai cara mengelola bank sampah secara efisien, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pemasaran produk daur ulang.

Dalam jangka panjang, Undana diarahkan untuk mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai jual tinggi. Ini berarti pengelolaan sampah tidak hanya akan berhenti pada aspek kebersihan, tetapi juga akan mendorong kemandirian ekonomi dan pemberdayaan komunitas, menciptakan sirkulasi ekonomi berkelanjutan dari sampah.

Dari keseluruhan diskusi yang berlangsung dinamis, kedua langkah strategis ini – penyusunan SOP dan pembentukan Bank Sampah – diharapkan menjadi motor penggerak transformasi Undana. Ini merupakan bentuk kepedulian Undana terhadap lingkungan dan tujuannya untuk menjadi kampus hijau yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Undana menunjukkan keseriusannya dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah di tingkat lokal, sekaligus berkontribusi dalam pencapaian target pengelolaan sampah nasional. Harapannya, melalui SOP yang terarah dan keberadaan bank sampah, Undana dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis institusi pendidikan di kawasan Indonesia Timur. (Iyl)

Comments are closed.
Arsip