(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Perkuat Akuntabilitas: Workshop Manajemen Risiko Dorong Kinerja Unggul Berdaya Saing

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dan akuntabilitas institusi. Melalui Satuan Pengawas Internal (SPI), Undana menyelenggarakan Workshop Maturitas Manajemen Risiko Berdampak Pada Kinerja Unggul Berdaya Saing selama dua hari penuh, pada Selasa dan Rabu, 1-2 Juli 2025.

Kegiatan penting ini berlangsung di Flamboyan Meeting Room, Swiss-Belcourt Hotel, Kelapa Lima, Kupang. Antusiasme tinggi dari para peserta mencerminkan adanya kebutuhan nyata akan penguatan kapasitas manajemen risiko di berbagai unit kerja Undana. Hal ini juga menunjukkan kesadaran yang semakin meningkat akan pentingnya pengelolaan risiko dalam mencapai tujuan institusi.

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari program Pengawasan SPI Tahun Anggaran 2025, dengan tujuan utama agar seluruh unit di lingkungan Undana mampu menyusun Peta Risiko Unit yang terstruktur dan aplikatif. Harapannya, setiap unit dapat secara efektif mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi potensi risiko yang mungkin menghambat kinerja serta pencapaian target.

Dalam pelaksanaannya, SPI Undana tidak sendiri, melainkan menggandeng PT. Hutama Hanriz Indonesia sebagai mitra. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Undana, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., yang menekankan signifikansi kegiatan ini bagi kemajuan universitas. Narasumber utama yang dihadirkan adalah Prof. Dr. Witarsa, M.Si, CRA, CRP, CPRM, CfrA, CFA, CFP, seorang pakar manajemen risiko terkemuka dan Ketua Dewan Kehormatan SPI PTN Indonesia, yang memberikan bobot dan kredibilitas tinggi pada materi yang disampaikan.

Penerima manfaat langsung dari workshop ini mencakup seluruh pimpinan unit kerja serta anggota tim manajemen risiko unit, baik dari sektor akademik maupun non-akademik. Workshop dirancang untuk meningkatkan maturitas manajemen risiko pada setiap unit kerja, memberikan pemahaman mendalam mulai dari dasar-dasar manajemen risiko hingga praktik penyusunan peta risiko, serta langkah-langkah mitigasi yang relevan dan dapat diterapkan secara langsung.

Kegiatan ini adalah bagian dari strategi penguatan kapasitas unit yang akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun, melalui metode Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi. Sebelum workshop, SPI Undana telah membentuk kepanitiaan, menyusun rencana kegiatan secara rinci, dan mengadakan rapat koordinasi guna memastikan kesiapan sumber daya dan materi. Tahapan persiapan ini menjadi prasyarat penting agar hasil workshop tidak hanya sebatas administrasi, melainkan benar-benar aplikatif dalam pelaksanaan manajemen risiko di setiap unit.

Penyelenggaraan workshop ini merupakan respons nyata terhadap tuntutan tata kelola universitas yang efektif, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Kegiatan ini juga didukung oleh ketentuan teknis seperti PMK Nomor 200/PMK.05/2017 mengenai Sistem Pengendalian Intern pada Badan Layanan Umum (BLU), Keputusan Menteri Pendidikan RI Nomor 0180/0/1995 tentang Organisasi dan Tata Kerja Undana, serta Statuta Universitas Nusa Cendana. Semua landasan hukum ini memperkuat posisi workshop sebagai langkah strategis dalam mencapai tata kelola yang lebih baik.

Secara strategis, workshop ini menjadi langkah Undana dalam meningkatkan kapabilitas unit-unit kerja dalam mengelola risiko secara sistematis dan terukur. Dengan adanya kegiatan ini, Undana menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola kampus yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan institusi. Ini adalah investasi jangka panjang demi masa depan Undana yang lebih kokoh.

Pelaksanaan Workshop Manajemen Risiko ini adalah bagian integral dari upaya Universitas Nusa Cendana dalam mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan tinggi. Dengan tersedianya Peta Risiko Unit, Undana tidak hanya melengkapi instrumen pengawasan internalnya, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap dinamika dan tantangan eksternal, menjadikannya lebih berdaya saing di tengah perubahan lingkungan pendidikan yang semakin kompleks. (Iyl)

Comments are closed.
Arsip