(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Kirim Delegasi Terbaik ke MTQ Nasional 2025: Siap Harumkan NTT di Banjarmasin!

Kupang  Universitas Nusa Cendana (Undana) baru saja merampungkan hajatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Universitas Tahun 2025 pada Rabu, 2 Juli 2025. Bertempat di Teater Rektorat Undana, kompetisi tahunan ini tak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan, melainkan juga seleksi ketat untuk menjaring talenta terbaik yang akan mewakili Undana di ajang MTQ Tingkat Nasional.

Seleksi ini krusial mengingat MTQ Nasional 2025 dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Dari total 15 cabang lomba yang akan dipertandingkan di tingkat nasional, Undana fokus menyeleksi lima cabang unggulan. Para mahasiswa-mahasiswi berbakat berkompetisi dalam Tartil Qur’an, Tilawatil Qur’an, Debat Ilmiah Kandungan Al-Qur’an dalam Bahasa Inggris, serta Fahmil Qur’an (Cerdas Cermat Al-Qur’an).

Ketua Panitia MTQ Undana 2025, Dr. Ir. Arifin Sanusi, MT., IPM, menjelaskan bahwa penyelenggaraan MTQ merupakan wujud dukungan dari Kementerian untuk pengembangan talenta mahasiswa. “Dengan tema ‘MTQMN sebagai Penguat Karakter Qurani Mahasiswa yang Berdampak menuju Indonesia Emas’, kegiatan ini bukan sekadar mengejar juara, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang Qur’ani,” tegas Dr. Arifin. Ia menekankan dampak positif ajang ini terhadap pembentukan pribadi yang unggul.

Senada dengan itu, Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc., dalam sambutannya sekaligus membuka acara, menggarisbawahi pentingnya kegiatan kerohanian di lingkungan kampus. “Saya sangat mengapresiasi acara ini. Tema MTQ ini sangat relevan, mengingat sebagai dosen, kita bertanggung jawab mentransformasi individu menjadi kompeten dan berkarakter baik,” ungkap Prof. Sanam. Beliau menegaskan bahwa MTQ adalah bagian integral dari misi pendidikan karakter di Undana.

Komitmen Undana untuk mendukung pengembangan talenta mahasiswa juga terlihat dari pernyataan Rektor terkait efisiensi anggaran. “Bagi para peserta, berjuanglah semaksimal mungkin. Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk tidak mengirimkan mahasiswa terbaik,” tegasnya, memompa semangat para peserta. Prof. Sanam berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing setelah kompetisi ini.

Dari seluruh cabang lomba, tim Fahmil Qur’an (Cerdas Cermat Al-Qur’an) Undana berhasil mencetak prestasi gemilang. Tim yang terdiri dari Sarifa Aini Usman (Pendidikan Sejarah), Wahyuni Saban (Ilmu Hukum), dan Sri Rauda Wulandari (Psikologi) ini sukses meraih juara pertama. Kemenangan ini secara otomatis mengamankan tiket mereka sebagai perwakilan Undana untuk bersaing di kancah nasional.

Untuk cabang lomba lainnya, proses seleksi pra-nasional akan ditempuh melalui pengiriman video penampilan peserta secara langsung ke Kementerian. Ini menunjukkan adaptasi panitia dalam memastikan semua perwakilan terbaik Undana memiliki kesempatan yang sama untuk melaju ke tingkat nasional.

Keberhasilan ini membuktikan komitmen Undana dalam mendukung pengembangan potensi spiritual dan akademik mahasiswanya. Dengan persiapan maksimal dan semangat juang tinggi, diharapkan para delegasi Undana dapat menampilkan performa terbaik. Mereka akan membawa nama baik almamater dan tentu saja, mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional 2025.

Tim Fahmil Qur’an Undana akan menjalani pelatihan intensif untuk menghadapi persaingan ketat di Banjarmasin. “Kami optimis dengan persiapan yang matang dan doa dari seluruh civitas academica Undana, kami bisa memberikan yang terbaik,” ujar salah satu anggota tim. Semangat juang mereka menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengasah potensi diri.

Partisipasi Undana dalam MTQ Nasional tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan karakter mahasiswa. Ajang ini menjadi cerminan visi Undana dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas. (Iyl)

Comments are closed.
Arsip