(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Hadirkan Pakar Internasional, Soroti Keberlanjutan Ekosistem Tanah Lahan Kering NTT

Kupang – Program Studi Biologi Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan wawasan global ke kancah lokal. Pada Kamis, 20 Juni 2025, bertempat di Aula Rektorat Lantai 3, Undana sukses menyelenggarakan kuliah umum bertaraf internasional dengan menghadirkan Associate Professor John Mischler, Ph.D., seorang pakar terkemuka di bidangnya. Kegiatan ilmiah ini bertujuan memperluas cakrawala pengetahuan mahasiswa dan seluruh civitas akademika terkait isu-isu ekologi yang krusial dan relevan dengan kondisi geografis Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kuliah umum yang bertajuk “Sistem Ekologi yang Berkelanjutan untuk Kelangsungan Hidup Mikroorganisme di Tanah” ini menjadi magnet bagi jajaran dosen serta ratusan mahasiswa aktif Program Studi Biologi. Antusiasme terlihat jelas dari partisipasi aktif peserta yang memenuhi aula, tak hanya menyerap ilmu, tetapi juga berinteraksi langsung dengan narasumber. Ini menunjukkan tingginya minat dan kesadaran akan pentingnya topik keberlanjutan ekosistem tanah dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini.

Dalam sambutannya, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si, M.Si, M.Sc, Ph.D, selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknik Undana, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggarakannya kuliah umum internasional ini. Menurut beliau, tema yang diangkat oleh Dr. Mischler sangat mendalam dan relevan, khususnya bagi wilayah NTT yang sebagian besar didominasi oleh lahan kering. Kehadiran pakar internasional ini memperkuat posisi Undana sebagai institusi yang responsif terhadap isu-isu global namun tetap berakar pada konteks lokal.

“Saya sangat senang dengan tema ini karena wilayah kita NTT ini adalah wilayah lahan kering folat,” ujar Prof. Philiphi de Rozari, menjelaskan relevansi topik tersebut dengan karakteristik geografis setempat. Ia menekankan bahwa ciri khas lahan kering folat, yaitu curah hujan yang sangat pendek, memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan mikroorganisme di dalam tanah. Pemahaman mendalam tentang hal ini menjadi esensial untuk menemukan solusi adaptif dan berkelanjutan bagi pertanian serta ekosistem di NTT.

Penggunaan baju identitas Prodi Biologi oleh seluruh mahasiswa aktif yang hadir juga menjadi penanda penting. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari pembentukan karakter disiplin dan penegasan identitas akademik. Suasana akademik yang kondusif dan terstruktur ini mendukung proses transfer ilmu yang efektif, memastikan bahwa setiap peserta dapat mengambil manfaat maksimal dari paparan materi yang disampaikan oleh Associate Professor John Mischler.

Kuliah ini menjadi pengingat kuat bahwa ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu yang melayang di awang-awang, melainkan harus mampu menyentuh dan menghidupkan tanah tempat manusia berpijak. Mikroorganisme tanah, meskipun kecil dan tak terlihat, memegang peran vital dalam menopang seluruh rantai kehidupan di muka bumi. Mempelajari dan memahami keberlanjutan sistem ekologi mereka adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik.


Wawasan Global untuk Solusi Lokal

Associate Professor John Mischler, Ph.D., yang menjadi sorotan utama dalam acara ini, menyampaikan kebahagiaan dan antusiasmenya bisa berbagi ilmu serta pengalamannya di Universitas Nusa Cendana, khususnya kepada Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknik. Beliau juga secara khusus mengapresiasi tingkat partisipasi aktif mahasiswa/i Biologi Undana, yang menunjukkan semangat belajar dan keingintahuan yang tinggi.

“Terima kasih banyak sudah hadir di sini hari ini, saya sangat bahagia bertemu dengan kalian untuk menyampaikan topik perkuliahan hari ini dan sebentar lagi kita akan memasuki masa libur semester,” ungkap Dr. Mischler dengan ramah, menciptakan suasana yang hangat dan interaktif. Kehadiran ilmuwan internasional sekelas beliau merupakan bukti nyata komitmen Undana untuk menjadi pusat pembelajaran dan penelitian yang berakar lokal namun memiliki visi dan wawasan global yang luas.

Kegiatan kuliah umum ini lebih dari sekadar ajang transfer ilmu; ia menjadi wadah penguatan atmosfer akademik yang terbuka terhadap isu-isu global dan pendekatan ilmiah lintas budaya. Melalui tema yang relevan dengan kondisi ekologis Nusa Tenggara Timur, kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa ilmu pengetahuan harus bersentuhan langsung dengan realitas lokal, menjadi landasan untuk membangun solusi berkelanjutan yang aplikatif dan berdampak positif bagi masyarakat.

Diharapkan, agenda ilmiah semacam ini akan terus menjadi program rutin Undana. Tidak hanya untuk memperkaya wawasan mahasiswa/i dan memperluas jejaring akademik kampus, tetapi juga untuk meneguhkan peran Undana sebagai institusi pendidikan tinggi yang berwawasan global dan berakar kuat pada kepentingan lokal. Ini adalah langkah strategis Undana dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka terhadap tantangan lingkungan dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (Iyl)

Comments are closed.
Arsip