Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan civitas akademika melalui tim Health Promoting University (HPU). Sebuah langkah signifikan diambil dengan meluncurkan survei bertajuk “Analisis Penyebab Depresi pada Civitas Academika Universitas Nusa Cendana,” sebuah inisiatif krusial untuk memahami dan mengatasi tantangan kesehatan mental di lingkungan kampus.
Survei ini merupakan bagian integral dari penelitian yang digagas oleh Tim HPU Undana, dipimpin langsung oleh Dr. dr. Nicholas Edwin Handoyo, M.Med.Ed., selaku Koordinator Pusat Layanan Promosi Kesehatan, LPPM Undana. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan penuh, dimulai sejak 16 Juni 2025 hingga 16 September 2025, melibatkan tim peneliti beranggotakan sembilan orang.


Secara spesifik, survei ini ditargetkan rampung pada Senin, 30 Juni 2025. Tim HPU Undana secara aktif mengajak seluruh sivitas akademika—khususnya para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa—untuk berpartisipasi aktif dalam penelitian ini. Partisipasi dari komponen penting Universitas dinilai sebagai kunci utama keberhasilan survei dalam mengidentifikasi akar masalah depresi.
Tujuan utama survei ini sangatlah jelas: menggali faktor-faktor yang secara fundamental memengaruhi kesejahteraan psikologis. Hal ini dilakukan dengan menilai secara komprehensif kondisi wellbeing responden, mengidentifikasi kondisi lingkungan kerja atau akademik yang ada, serta meninjau keseimbangan antara kehidupan pribadi dan tuntutan kerja atau belajar.
Latar belakang penelitian ini tidak terlepas dari temuan mengejutkan Tim HPU Undana pada tahun 2024. Data menunjukkan bahwa 60% mahasiswa, 28% tenaga kependidikan (tendik), dan 18% dosen menderita depresi. Fakta ini mendorong tim peneliti pada tahun 2025 untuk menggali lebih dalam bagaimana resiliensi individu, kondisi lingkungan kampus, serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan (work-life balance) secara langsung memengaruhi kesejahteraan psikologis seluruh civitas akademika.
Untuk memastikan representasi data yang akurat, kuota responden telah ditetapkan secara spesifik per unit atau fakultas. Total 379 responden mahasiswa, 218 responden dosen, dan 85 responden tenaga kependidikan diharapkan dapat memenuhi target yang ditetapkan, memastikan cakupan data yang luas dan representatif dari seluruh elemen kampus.
Seluruh data dan informasi yang terkumpul dari survei ini akan digunakan sebagai dasar kuat untuk merumuskan rekomendasi konkret. Harapannya, rekomendasi ini akan mengarah pada perubahan signifikan dalam lingkungan kerja dan akademik di Undana, menjadikannya lebih ramah dan suportif terhadap kesehatan mental seluruh warganya.
Partisipasi dalam survei ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap penelitian ilmiah yang krusial, tetapi juga menawarkan kesempatan menarik bagi responden yang beruntung. Reward menarik akan diundi secara acak kepada para partisipan sebagai bentuk apresiasi atas waktu dan data yang telah mereka berikan.
Survei ini dapat diakses dengan mudah secara daring melalui tautan https://linktr.ee/WellBeing2025. Dalam surat edaran resmi LPPM bernomor 564/UN15.22/LT/2025, secara tegas dijelaskan bahwa survei ini bersifat anonim dan rahasia. Privasi responden sangat dijaga, dan hasil individual akan dikirimkan langsung ke alamat email masing-masing responden.
Survei ini menandai langkah maju yang penting bagi Undana dalam memperkuat komitmennya sebagai kampus yang menjunjung tinggi kesehatan mental dan kesejahteraan seluruh warganya. Ini adalah respons proaktif terhadap isu yang semakin mendesak di dunia pendidikan tinggi.
Keterlibatan aktif dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa tentunya akan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan perubahan nyata di lingkungan kampus. Tanpa partisipasi kolektif, upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat mental akan sulit terealisasi secara optimal.
Oleh karena itu, diharapkan partisipasi maksimal dari seluruh sivitas akademika. Partisipasi ini tidak hanya sebatas mengisi kuesioner, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kolektif untuk mendukung terbentuknya budaya kampus yang lebih empatik, suportif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama, demi Undana yang lebih sehat dan berdaya saing (Iyl)
