(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Tiga Mahasiswa Faperta Undana Rampungkan Riset Keberlanjutan di PSU Thailand, Angkat Potensi Tanaman Gewang NTT

KUPANG – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencetak prestasi internasional melalui program Research Internship (Magang Riset) di Prince of Songkla University (PSU), Thailand. Tiga mahasiswa, Umbu Yudho Manasye Hanggongu, Imanuella A. E. Blegur, dan Zhafir Erha Muhamad Ilyas Pua Upa, berhasil merampungkan program terintegrasi yang mencakup riset, Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta penelitian substansial untuk penyusunan skripsi.

Program yang berlangsung di Fakultas Agro-Industry PSU ini berfokus pada isu yang sangat relevan dengan keberlanjutan global, terutama pengembangan inovasi dari tanaman Gewang, salah satu tanaman endemik NTT.

Imanuella A. E. Blegur menjelaskan bahwa pemilihan Gewang didasari oleh potensi lokal yang selama ini belum tergarap secara maksimal. “Kenapa kami memilih gewang, karena gewang merupakan salah satu tanaman endemik dari NTT, yang pemanfaatannya selama ini masih terbatas,” jelasnya.

Imanuella menambahkan, timnya meneliti potensi lain dari gewang yang dapat dijadikan sebagai energi biomassa baru dan diaplikasikan sebagai pengganti plastik. Bahan penelitian Gewang yang mereka bawa dari NTT menjadi hal baru dan menarik bagi para profesor dan laboran di PSU.

Dalam risetnya, Imanuella berfokus pada pengembangan metode ekstraksi selulosa yang ramah lingkungan, membandingkan dua metode berbeda untuk menemukan cara paling efektif dan berkelanjutan. Hasil temuannya diharapkan menjadi dasar pengolahan bahan alami tersebut menjadi busa atau kemasan berbasis selulosa yang lebih aman bagi lingkungan.

Sementara itu, Umbu Yudho Manasye Hanggongu mengembangkan riset lanjutan dengan meneliti potensi selulosa dari Gewang untuk diformulasikan menjadi busa. Ia berhasil memformulasikan busa selulosa, atau yang dikenal dengan packing peanuts, yaitu kemasan pelindung yang dapat terurai secara alami dan ramah lingkungan.

Melengkapi riset berbasis teknologi bahan, Zhafir Erha Muhamad Ilyas Pua Upa mengambil sudut pandang yang berbeda, yaitu aspek sosial. Ia meneliti minat dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan kemasan ramah lingkungan, menjadikan risetnya pelengkap penting dalam melihat aspek penerimaan sosial dan peluang keberlanjutan produk di tengah masyarakat.

Selain fokus pada penelitian, ketiga mahasiswa Undana ini juga aktif mengikuti program KKN. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan yang digelar bersama Persatuan Mahasiswa Indonesia Thailand (PERMITA), termasuk turut serta menangani event kampus, salah satunya ASEAN Food Market Internasional.

Umbu Yudho Manasye Hanggongu menyampaikan apresiasi atas bimbingan yang suportif dari para dosen dan teknisi di PSU. “Kami dibimbing langsung oleh profesor dan teknisi yang sangat berkompeten. Mereka selalu siap membantu dalam setiap tahap penelitian,” ungkap Umbu. Ia berpesan bagi mahasiswa lain agar selalu tepat waktu, buang kebiasaan buruk, dan terus belajar beradaptasi di negeri orang.

Ketiganya menyampaikan rasa terima kasih kepada Undana atas dukungan penuh selama program berlangsung. Dukungan ini menjadi bukti nyata komitmen Undana dalam memfasilitasi mahasiswanya untuk berkiprah di level internasional, sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa Undana yang siap bersaing dan berkontribusi di dunia global. (Audc)

Comments are closed.
Arsip