(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Tiga Calon Rektor Undana Lolos ke Tahap Akhir, Prof. Apris Unggul Tipis dari Prof. Jefri

KUPANG – Proses pemilihan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2025–2029 memasuki babak krusial. Dalam Rapat Senat Tertutup Penyaringan Bakal Calon Rektor yang digelar pada Kamis (25/9/2025), tiga nama resmi ditetapkan sebagai calon rektor setelah melalui pemungutan suara ketat.

Dari total 61 anggota senat, sebanyak 58 orang hadir dan menggunakan hak pilihnya. Hasil pemungutan suara menunjukkan persaingan sengit antara dua kandidat teratas. Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes., menempati posisi pertama dengan perolehan 25 suara, unggul tipis dari Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., yang meraih 24 suara. Di posisi ketiga, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., mengamankan satu tempat dengan 6 suara.

Ketua Panitia Pemilihan, Prof. Dr. Drs. Simon Sabon Olla, M.Hum., menegaskan bahwa meskipun selisih suara di antara ketiga nama ini tipis, hasil ini belum final. “Secara estimasi, ketiganya dapat dikatakan berada di posisi yang aman. Namun, hasil ini bukan penentu akhir karena menteri tetap memiliki porsi suara dan pertimbangan tersendiri,” jelasnya.

Selanjutnya, seluruh berkas dan dokumen hasil penjaringan akan diserahkan oleh senat kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada 29 September 2025. Ketiga calon yang lolos akan mengikuti proses verifikasi dan wawancara yang jadwalnya akan ditetapkan langsung oleh Menteri.

Mekanisme penentuan akhir akan kembali melalui pemungutan suara, dengan bobot yang telah ditentukan. Sekretaris Senat Undana, Prof. Dr. Yantus A.B Neolaka, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa suara dari senat akan memiliki bobot 65 persen, sementara menteri memegang 35 persen suara penentu.

Prof. Yantus juga menambahkan bahwa jumlah suara senat yang digunakan pada tahap berikutnya akan konsisten, yakni berdasarkan 58 anggota yang hadir dalam pemungutan suara hari ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas proses, di mana hanya mereka yang mengikuti penjaringan sejak awal yang berhak menentukan pilihan.

Menanggapi hasil ini, Prof. Apris menyampaikan apresiasi atas proses yang transparan. “Kita harus bersyukur karena empat orang ini adalah sosok yang berani untuk membangun Undana. Jika satu yang terpilih, kita percaya bahwa ia pasti bisa merangkul yang lain karena itulah kekuatan kita,” tuturnya, menekankan semangat kolaborasi.

Senada dengan itu, Prof. Jefri menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam setiap tahapan. “Saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan calon lainnya, dan bersama-sama kita akan melanjutkan ke tahap berikutnya. Kita harus yakin siapapun yang terpilih nantinya itulah pemimpin terbaik yang disepakati oleh kita semua dan direstui oleh Tuhan,” ujarnya.

Di sisi lain, Prof. Malkisedek menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. “Bagi saya hasil ini adalah amanah untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik bagi Undana, sesuai prosedur yang akan ditetapkan pada tahap selanjutnya,” ungkapnya. Sementara itu, Dr. Hamzah H. Wulakada, S.P., M.Si., yang tidak lolos, turut bersyukur atas proses yang demokratis.

Penetapan tiga calon rektor ini menjadi penanda bahwa proses regenerasi kepemimpinan di kampus Undana berjalan dengan baik dan penuh keterbukaan. Tahapan selanjutnya akan menjadi ujian sekaligus harapan: menghadirkan sosok pemimpin yang tidak hanya mampu menjawab tantangan akademik, tetapi juga merangkul seluruh potensi civitas akademika untuk masa depan Undana yang lebih maju. (Audc)

Comments are closed.
Arsip