(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Tiga Agenda Prioritas: Faperta Undana Laporkan Progres Hutan Pendidikan dan Lab Genomik kepada Wakil Rektor Akademik

KUPANG – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) melaksanakan audiensi dengan Wakil Rektor Bidang Akademik Undana pada Senin, 10 November 2025, untuk melaporkan perkembangan tiga agenda strategis fakultas. Tiga agenda tersebut meliputi progres penyelenggaraan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) sebagai Hutan Pendidikan, pelaporan hasil Magang Riset mahasiswa di Thailand, dan pengelolaan Laboratorium Genomik.

Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Muhammad S.M. Nur, M.Si., menjelaskan bahwa audiensi ini penting untuk memastikan dukungan dan arahan pimpinan universitas terhadap program-program yang sedang berjalan. Fokus utama adalah pelaporan progres KHDTK atau laboratorium lapangan kehutanan dan pertanian.

“Yang pertama berkaitan dengan proses pengadaan kawasan hutan dengan tujuan khusus. Kami melaporkan progresnya karena Akta Notaris yang menjadi salah satu syarat utama telah selesai,” jelas Dekan. Ia menambahkan, dokumen usulan Pertimbangan Teknis (Pertek) telah dikirim ke Kementerian Kehutanan pada hari Jumat sebelumnya dan telah diterima pada Senin, 10 November 2025.

Saat ini, fakultas menunggu hasil pertimbangan teknis tersebut sebelum melanjutkan penyusunan proposal kepada Menteri Kehutanan untuk memperoleh Surat Keputusan (SK) penetapan KHDTK sebagai Hutan Pendidikan Undana.

Dr. Lusia S. Marimpan, S.Hut., M.Sc., selaku Person in Charge (PIC) Hutan Pendidikan, menjelaskan bahwa KHDTK ini nantinya akan menjadi laboratorium lapangan utama bagi mahasiswa kehutanan dan pertanian. Lokasi KHDTK berada di Desa Oesusu, sekitar 65–70 kilometer dari Kota Kupang, dengan luas kawasan mencapai 497 hektare.

Keberadaan Hutan Pendidikan ini sangat vital. Maria M. E. Purnama, S.Hut., M.Sc., Ketua Program Studi Kehutanan, menegaskan bahwa ada sekitar 76 mata kuliah di Prodi Kehutanan yang langsung bersentuhan dengan kegiatan di KHDTK, sehingga keberadaannya akan sangat menunjang proses pembelajaran dan penelitian. Dr. Muhammad S.M. Nur juga optimistis, penetapan Hutan Pendidikan akan sangat membantu meningkatkan proses akreditasi Prodi Kehutanan.

Agenda kedua yang dilaporkan adalah mengenai tiga mahasiswa Faperta – Umbu, Imanuella, dan Zhafir – yang baru menyelesaikan program Magang Riset di Prince of Songkla University (PSU), Thailand. Ketiganya telah melaksanakan penelitian untuk penyusunan skripsi selama tiga bulan, dan kegiatan magang riset ini diakui setara minimal 10 SKS.

Hal ketiga yang disampaikan dalam audiensi ialah mengenai Laboratorium Genomik. Dekan Faperta melaporkan bahwa SK Rektor tentang pembentukan laboratorium ini telah terbit dua minggu lalu. Laboratorium ini secara teknis berada di bawah pengelolaan Fakultas Pertanian, namun secara administratif bertanggung jawab langsung kepada Wakil Rektor Bagian Akademik.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik memberikan arahan agar proses pengusulan KHDTK terus dikawal dengan cepat dan cermat. Ketua Prodi Kehutanan menambahkan, perjuangan memperoleh Hutan Pendidikan ini telah berlangsung sejak dua hingga tiga tahun lalu, dan kini didukung penuh oleh mitra eksternal dan pimpinan universitas.

Dr. Muhammad S.M. Nur menyampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas atas dukungan dan arahan. Audiensi ini mencerminkan sinergi yang kuat dalam mewujudkan Hutan Pendidikan Undana sebagai wujud komitmen universitas untuk memperluas ruang belajar berbasis alam, memperkuat riset berkelanjutan, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. (Iyl)

Comments are closed.
Arsip