KUPANG – Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengoptimalkan media visual sebagai sarana edukasi kebangsaan melalui Lomba Film Dokumenter Nasional. Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Pemuda dalam Merawat Kebhinekaan dan Mengisi Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas 2045” ini diselenggarakan di Ruang Rapat Senat FKIP Undana pada Selasa (15/10/2025).
Pelaksanaan lomba ini sengaja dipilih berdekatan dengan Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober) sebagai momentum untuk menguatkan kesadaran sejarah dan nasionalisme mahasiswa di tengah tantangan arus globalisasi.
Respons Atas Lunturnya Semangat Kebangsaan
Ketua panitia, Flafius Selfianus Rato, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas keprihatinan terhadap lunturnya semangat kebangsaan di kalangan generasi muda yang kini cenderung lebih fokus pada kepentingan pribadi dan kelompok.

“Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan,” ujar Flafius.
Lomba ini diikuti oleh enam komunitas film mahasiswa, tidak hanya dari Undana tetapi juga dari luar NTT, yakni UIN Ponorogo. Kegiatan ini sejalan dengan visi Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Undana untuk mencetak tenaga pendidik yang berdaya saing global, sekaligus mendorong mahasiswa menggunakan film dokumenter sebagai sarana edukasi nilai-nilai kesejarahan dan kebudayaan lokal.
Penilaian Berbasis Riset dan Kualitas Sinematik
Panitia menghadirkan tiga juri berkompeten di bidang perfilman dan sejarah, yaitu Dr. IGP Wiranegara, M.Sn. (Akademisi dan Pegiat Film Dokumenter Nasional); Piter Kembo (Pegiat Film Kebudayaan NTT); dan Johanes Tfuakan, S.Pd., M.Pd. (Akademisi Sejarah).


Penilaian film didasarkan pada sejumlah kriteria yang ketat, meliputi: kesesuaian ide dengan tema, kedalaman riset, visualisasi, penggunaan ilustrasi musik, serta teknik penyuntingan audio dan video.
Flafius berharap, momen ini dapat dimanfaatkan oleh peserta sebagai ajang menampilkan karya dan juga sebagai momen untuk mengembangkan potensi di bidang perfilman dokumenter, yang ke depannya diharapkan bisa menghasilkan film-film dokumenter yang lebih baik.
Lebih lanjut, panitia berencana memfasilitasi karya terbaik untuk diikutsertakan dalam festival film dokumenter berskala lebih besar, sekaligus membantu proses pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk apresiasi konkret terhadap karya mahasiswa.



Melalui kegiatan ini, FKIP Undana menunjukkan komitmennya dalam menanamkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap sejarah bangsa melalui karya kreatif mahasiswa, sekaligus menjadi langkah awal lahirnya sineas muda Undana yang peduli terhadap nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan Indonesia. (IyL)
