KUPANG – Suasana Teater Rektorat Lantai 3 Universitas Nusa Cendana (Undana) tampak semarak pada Selasa, 1 Juli 2025. Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas memadati ruangan, memberikan dukungan penuh kepada para finalis Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Undana Tahun 2025. Gelaran bergengsi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan, tetapi juga cerminan komitmen Undana dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di kancah nasional.
Acara Pilmapres 2025 turut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan, Kepala Biro, serta Dewan Juri. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat Undana dalam mengapresiasi prestasi mahasiswa dan mendorong lahirnya bibit-bibit unggul dari kampus. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan jumlah gagasan kreatif mahasiswa untuk pembangunan, menguatkan kesadaran kampus dalam memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi, serta memfasilitasi kreativitas mahasiswa melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Proses penilaian dalam Pilmapres Undana 2025 berlangsung sangat ketat dan kompetitif. Salah satu anggota Dewan Juri mengungkapkan bahwa ada tiga aspek utama yang dinilai: gagasan kreatif, capaian unggulan, dan kemampuan berbahasa Inggris. “Masing-masing gagasan kreatif dan capaian unggulan bobotnya hampir sama, sekitar 35%, kemudian kemampuan Bahasa Inggris 30%. Ini membuat penilaian sangat sulit karena nilai total peserta tidak terlalu jauh berbeda,” ujarnya.
Perbedaan nilai yang sangat tipis di antara para finalis ini menunjukkan kualitas mumpuni yang dimiliki oleh seluruh peserta. Hal ini menegaskan bahwa setiap finalis telah melalui proses seleksi yang sangat selektif dan profesional, menjamin bahwa mereka yang terpilih benar-benar merupakan representasi terbaik dari mahasiswa Undana. Kualitas yang merata ini juga menjadi indikasi kesiapan mereka untuk bersaing di tingkat wilayah maupun nasional.

Dari delapan finalis terbaik yang tampil memukau, tiga nama berhasil mencuri perhatian dewan juri dan dinobatkan sebagai pemenang utama Pilmapres Undana 2025. Mereka adalah representasi nyata dari mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemikiran tajam, kemampuan komunikasi yang kuat, serta semangat untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Peringkat pertama berhasil diraih oleh Petrick Yohanes Meok, mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana. Kemudian, peringkat kedua dianugerahkan kepada Ambrosius Fernando D. Jomas, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKKH) Undana. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Adel Ariesta Sharon Toi, mahasiswi dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Undana.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan tim juri yang telah terlibat dalam proses seleksi yang berlangsung ketat dan profesional. “Terima kasih kepada anak-anak semua, ini sangat luar biasa, serta kepada seluruh dewan juri yang sudah banyak bekerja dari pagi sampai saat ini. Untuk anak-anak semua dengan kemampuan yang luar biasa, semoga suatu saat kalian sukses, pasti sukses,” ujarnya, memberikan motivasi dan dukungan penuh.

Dr. Siprianus Suban Garak juga menekankan bahwa Pilmapres bukan sekadar ajang kompetisi biasa, melainkan representasi dari kualitas akademik mahasiswa Undana yang telah berkembang secara signifikan. “Ini adalah salah satu jenis lomba penalaran yang levelnya tinggi, melibatkan mulai dari tulisan sampai presentasi juga kemampuan berbahasa Inggris. Dari sini kita bisa tahu level akademik anak-anak setinggi ini, tentu hal ini sangat berdampak bagi masyarakat dengan Undana yang memiliki kualitas sumber daya mahasiswanya seperti ini,” jelasnya, menyoroti dampak positif bagi masyarakat dari kualitas mahasiswa Undana.
Menutup wawancaranya, Dr. Siprianus Suban Garak juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh mahasiswa Undana agar tidak hanya fokus pada perkuliahan, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan non-akademik. “Upayakan untuk mengikuti paling kurang salah satu kegiatan, entah itu Ormawa, BEM/BLM, UKM, lomba-lomba sedapat mungkin karena tidak bisa hanya mengandalkan dari mata kuliah saja,” pesannya, mendorong partisipasi aktif mahasiswa di luar akademik. “Saya mendorong agar mahasiswa aktif dalam paling kurang satu bidang kegiatan non-akademik, entah olahraga ataupun penalaran,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya seleksi Pilmapres Undana 2025, harapan besar pun disematkan kepada para pemenang untuk membawa nama baik universitas di tingkat wilayah hingga nasional. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Pilmapres menjadi cerminan komitmen Undana dalam membina mahasiswa yang unggul secara akademik, kreatif, dan berdaya saing. Ke depan, universitas akan terus mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam berbagai bidang pengembangan diri sebagai bekal untuk menjawab tantangan global dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. (Iyl)
