JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia mengumumkan adanya peluang kerja sama strategis bagi seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui penawaran Development Cooperation Programs dari Ministry of Science and ICT (MSIT) Republik Korea. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan meletakkan fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan di negara mitra.
Peluang ini ditindaklanjuti secara resmi oleh Kemdiktisaintek pada 24 Oktober 2025, menyusul inisiasi dari MSIT Korea. Program kerja sama pembangunan ini dilaksanakan oleh lima organisasi terkemuka yang didanai pemerintah Korea, yaitu KISDI, NIA, NIPA, RAPA, dan NRF. Kelima lembaga ini menawarkan spektrum luas program, mulai dari konsultasi kebijakan hingga pembangunan infrastruktur riset.
Fokus Program: TIK, AI, dan Infrastruktur Riset
Setiap lembaga pelaksana membawa keahlian spesifik yang sangat relevan dengan percepatan visi Indonesia Emas 2045, terutama di bidang digitalisasi, yaitu KISDI menawarkan ICT Development Consultation Program, berfokus pada dukungan konsultasi untuk merumuskan kebijakan TIK yang efektif dan strategi jangka menengah hingga panjang. Sementara NIA fokus pada pembangunan kapasitas SDM dan infrastruktur digital. Melalui berbagai subprogram seperti Tech-Driven Innovation Lab dan Digital Public Service Innovation Project, NIA mendorong transformasi digital, AI, dan inklusi digital. Di sektor kesehatan, NIA juga mendukung AI Healthcare Innovation Centre Setup and Operation Project untuk layanan medis berbasis AI.
NRF menawarkan bantuan melalui Establishment of Research Labs untuk renovasi, pendirian fasilitas riset, dan penyediaan peralatan canggih di universitas. NIPA menawarkan K-Lab Setup and Operation Project, yang melibatkan pendirian laboratorium fabrikasi (Fab Lab) atau maker space yang dilengkapi mesin digital seperti 3D printer untuk meningkatkan kapabilitas inovasi digital di kalangan mahasiswa, dan RAPA bergerak dalam pengembangan sektor penyiaran dan manajemen spektrum digital, termasuk dukungan peningkatan kualitas layanan penyiaran dan sistem penyiaran kebencanaan.
Selain program-program terstruktur tersebut, Pemerintah Korea juga menyediakan jalur fleksibel melalui Needs-based Open Project/Demand-Driven Cooperation Initiative. Inisiatif ini membuka peluang bagi PTN untuk mengusulkan proyek inovatif yang spesifik dan langsung menjawab kebutuhan regional.
Batas Waktu Pengajuan Mendesak
Secara keseluruhan, tujuan program ini adalah mentransfer pengetahuan, membangun infrastruktur fisik (laboratorium/pusat), serta meningkatkan kapasitas SDM dan kebijakan TIK di Indonesia.
Mengingat proses seleksi dan studi kelayakan di Korea, PTN yang berminat harus segera menyampaikan surat resmi ketertarikan dan proposal program kepada Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kemdiktisaintek sebelum tanggal 31 Oktober 2025.
Proposal yang diterima akan diproses dan disampaikan kepada Kementerian/Lembaga terkait sebelum melalui prosedur seleksi domestik Korea. Oleh karena itu, Kemdiktisaintek menekankan bahwa kualitas dan kecepatan pengajuan proposal sangat menentukan peluang keberhasilan PTN. Untuk informasi dan konsultasi lebih lanjut, PTN dapat menghubungi narahubung internal Kemdiktisaintek, I Gusti Ayu Astiti Garbini. (Fnt)
