(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Perkuat Kebangsaan, Undana Gelar Kuliah Umum Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme di Kampus

Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keutuhan bangsa dengan menggelar kuliah umum bertajuk “Antisipasi Gerakan Intoleransi dan Radikalisme dalam Lingkungan Kampus di Wilayah Kota Kupang.” Kegiatan penting ini berlangsung pada Senin, 23 Juni 2025, di Aula Rektorat Undana lantai 3, dimulai pukul 09.30 hingga 12.00 WITA, dan menjadi respons strategis terhadap kompleksitas tantangan kebhinekaan di era digital.

Acara ini diselenggarakan sebagai upaya proaktif Undana dalam membentengi civitas akademika dari pengaruh negatif yang dapat mengikis nilai-nilai toleransi dan persatuan. Kuliah umum ini secara khusus mengajak mahasiswa untuk memahami bahaya laten intoleransi serta upaya preventif terhadap infiltrasi paham radikalisme di lingkungan pendidikan tinggi. Ini adalah langkah konkret kampus dalam menciptakan ekosistem akademik yang aman, damai, dan penuh penghargaan terhadap perbedaan.

Berbagai unsur strategis turut serta dalam kuliah umum ini, termasuk Wakil Rektor, para Dekan Fakultas, serta perwakilan mahasiswa dari beragam organisasi kemahasiswaan. Kehadiran peserta yang beragam ini memperkuat semangat kolaborasi lintas fakultas dan organisasi dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Ini juga menjadi ruang bertemunya pemikiran kritis dalam suasana akademik yang sehat dan konstruktif, di mana gagasan-gagasan untuk memperkuat persatuan dapat dibahas secara terbuka.

Mahasiswa yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya kuliah umum. Mereka mengenakan jas almamater, menunjukkan kedisiplinan dan identitas akademik yang kuat, serta berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Tingginya minat mahasiswa ini mencerminkan kesadaran mereka akan pentingnya isu intoleransi dan radikalisme, tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Wakil Rektor III) Undana, dalam sambutannya mengapresiasi keterlibatan aktif organisasi-organisasi kemahasiswaan seperti BEM, BLM, dan GMNI, serta kehadiran para mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Ini menunjukkan sinergi kuat antara pimpinan universitas dan mahasiswa.

“Saya ucapkan banyak terima kasih untuk anak-anak yang walaupun sudah libur tapi masih menyempatkan waktu untuk hadir bersama-sama pada kesempatan ini,” ujar Dr. Siprianus. Ia menambahkan, “Hal ini menunjukkan bahwa kita mau untuk berkembang.” Ungkapan ini tidak hanya memuji partisipasi, tetapi juga menyemangati mahasiswa untuk terus menjadi agen perubahan yang positif dan berwawasan luas.


Peran Kritis Nalar dan Kemanusiaan dalam Menangkal Paham Destruktif

Dr. Siprianus Suban Garak menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dari gerakan kolektif mahasiswa dan civitas akademika untuk mencegah dan menangkal paham-paham yang mengancam kehidupan berbangsa. Ini bukan hanya sebuah diskusi, melainkan pemicu untuk tindakan nyata dalam membangun lingkungan kampus yang toleran dan damai.

“Harapannya kita semua, terlebih adik-adik mahasiswa, kita usahakan untuk tidak bersikap intoleransi,” tandas Dr. Siprianus dalam penutupan sambutannya. Ia melanjutkan, “Semoga diskusi ini bisa membawa hasil yang baik untuk kita semua, minimal kita semua yang hadir saat ini ke depannya tidak terjerumus pada intoleransi dan radikalisme.” Pesan ini menjadi penekanan kuat akan urgensi menjaga diri dari paham-paham yang memecah belah.

Sesi pertama kuliah umum dibawakan oleh Prof. Dr. Drs. Petrus Ly, M.Si., yang mengupas tuntas “Antisipasi Gerakan Intoleransi dan Radikalisme dalam Lingkungan Kampus di Wilayah Kota Kupang.” Dalam pemaparannya, Prof. Petrus membuka diskusi dengan menyoroti fenomena munculnya benih-benih intoleransi yang sering kali tidak disadari, namun berpotensi besar menjadi akar paham radikalisme yang merusak.

Prof. Ly secara tegas menggarisbawahi bahwa salah satu senjata utama mahasiswa untuk menangkal radikalisme dan intoleransi adalah kemampuan bernalar secara kritis dan objektif. “Kita akan menjadi korban radikalisme jika tidak menggunakan nalar, makin banyak orang yang terpapar radikalisme makin bodohlah orang-orang itu,” ujarnya, menekankan pentingnya berpikir logis dan tidak mudah terprovokasi.

Mengawali sesinya, Pdt. Jeky Latuperissa mengajak seluruh peserta menyadari betapa pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, terutama di lingkungan kampus yang sangat beragam. Pdt. Jeky juga berbagi pengalaman lapangan dalam menghadapi isu-isu radikalisme, memberikan perspektif praktis kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan pelopor harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam sesinya, Pdt. Jeky Latuperissa mengajak mahasiswa untuk lebih terbuka terhadap perbedaan dan aktif membangun jejaring lintas iman, suku, dan budaya demi mencegah benih-benih perpecahan. Setelah sesi materi dari dua narasumber utama yang berlangsung intensif dan penuh wawasan, kuliah umum ini diakhiri dengan suasana yang meriah dan penuh keakraban, dilanjutkan dengan sesi doorprize bagi para peserta.

Kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika Undana untuk memperkuat ketahanan ideologis, moral, dan sosial di lingkungan kampus. Dengan kegiatan seperti ini, Undana berharap dapat terus membina generasi muda yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, demokrasi, dan keberagaman. (Iyl)

Comments are closed.
Arsip