(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Pemaparan Visi Misi Bakal Calon Rektor Undana: Pertarungan Gagasan Menuju Undana Berdampak

KUPANG – Tahap krusial dalam proses pemilihan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2025–2029 telah sukses terlaksana. Dalam Rapat Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Grha Cendana pada Selasa (23/9/2025), keempat bakal calon rektor memaparkan visi, misi, dan program kerja mereka di hadapan senat, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa.

Pemaparan ini menjadi ajang penting bagi para kandidat untuk menunjukkan gagasan terbaik mereka demi kemajuan Undana. Keempatnya memiliki visi yang unik dan menyoroti berbagai isu strategis, mulai dari inklusivitas, internasionalisasi, hingga relevansi lokal.

Bakal calon pertama, Dr. Hamza H. Wulakada, S.P., M.Si., mengusung visi “Undana Inklusif, Berkualitas & Andalan”. Ia menekankan bahwa dampak Undana harus benar-benar terasa di tengah masyarakat. “Jika kita bisa membuat masyarakat bangga dan berterima kasih karena memiliki Undana, maka Undana Berdampak yang selama ini kita gaungkan baru bisa benar-benar terasa,” ujarnya.

Berikutnya, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., tampil dengan visi “Universitas Unggul dan Inovatif yang Berdampak Global Berbasis Kearifan Lokal.” Dengan penuh semangat, ia menyerukan persatuan seluruh civitas akademika. “Undana hadir bukan hanya untuk saya, tetapi untuk semua keluarga besar Undana, masyarakat NTT, dan masyarakat Indonesia,” serunya.

Pemaparan dilanjutkan oleh Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes., yang membawa visi ambisius “Menjadi Universitas Bertaraf Internasional yang Berdampak serta Mendorong Transformasi Berkelanjutan melalui Digitalisasi, Pluralisme Ilmu, dan Inovasi Wilayah Lahan Kering Kepulauan”. Ia menyerukan kepemimpinan yang berani. “Kita tidak sekadar bertahan menghadapi gelombang, tetapi kita harus menjadi nahkoda yang berani memimpin arah perubahan dari NTT,” tegasnya.

Sebagai penutup, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., memaparkan visi “Menuju World Class – Locally Relevant University untuk Mewujudkan Pembangunan Berdampak dan Berkelanjutan”. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan Undana sebagai medan pertempuran intelektual yang suci dan menempatkannya di posisi terbaik di dunia peradaban.

Setelah pemaparan, Rapat Senat Terbuka memasuki sesi tanya jawab yang dinamis. Menurut Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Prof. Dr. Drs. Simon Sabon Olla, M.Hum., sesi ini menjadi tahap penilaian yang sangat penting bagi para bakal calon untuk menunjukkan pemahaman mendalam mereka terhadap tantangan yang dihadapi Undana. Pertanyaan yang diajukan mencakup strategi transformasi digital, peningkatan fasilitas, dan cara mengatasi masalah sosial.

Sesi tanya jawab menjadi arena di mana setiap kandidat menunjukkan pendekatan yang berbeda-beda dalam merespons isu-isu fundamental Undana. Jawaban yang diberikan mencerminkan strategi dan prioritas masing-masing kandidat dalam menghadapi tantangan ke depan.

Di akhir sesi, masing-masing bakal calon menyampaikan pesan penutup yang singkat namun berkesan. Prof. Jefri Bale menyerukan kolaborasi, sementara Prof. Apris Adu menggarisbawahi semangat kekeluargaan. “Kami empat bersaudara dan tetap keluarga Undana,” ujarnya, membuktikan bahwa kompetisi tidak melunturkan ikatan persaudaraan.

Prof. Malkisedek Taneo memberikan pesan yang membangkitkan semangat, “Undana ada karena kita dan hanya kita yang bisa membawa Undana ke depan.” Terakhir, Dr. Hamza Wulakada menyisipkan pesan etika yang kuat, mengingatkan seluruh senat agar pilihan didasarkan pada akal sehat dan hati nurani. Proses ini menandai satu langkah lagi menuju terpilihnya rektor baru. Tiga nama Calon Rektor yang lolos akan ditentukan pada pemungutan suara, Kamis 25 September 2025 mendatang. (Audc)

Comments are closed.
Arsip