KUPANG – Program Studi (Prodi) Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan keikutsertaannya pada Olimpiade Farmasi Indonesia (OFI) XII. Kompetisi bergengsi ini dilaksanakan di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, dari Jumat, 7 November hingga Minggu, 9 November 2025.
Keikutsertaan ini merupakan yang pertama bagi mahasiswa Prodi Farmasi Undana. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa dalam skala nasional, sekaligus menjadi sarana promosi dan pengenalan Prodi Farmasi Undana di tingkat nasional.


Dalam OFI XII, delegasi Undana berkompetisi pada mata lomba perorangan (individual) dan kolaborasi (tim) di dua bidang: Farmakologi/Farmasi Klinis serta Farmasi Kesehatan Masyarakat dan Farmasi Sosial/Komunitas.
Delegasi Undana terdiri dari empat mahasiswa pilihan, yaitu Veren Valeriana Dethan dan Alfiyah Nur Azizah untuk bidang Farmakologi/Farmasi Klinis, serta Adela Yesika Pelita Hati dan Aloysius Geovani Diaz untuk bidang Farmasi Kesehatan Masyarakat dan Farmasi Sosial/Komunitas.

Meskipun merupakan keikutsertaan perdana dan harus menghadapi persaingan akademik yang sangat ketat dari 29 perguruan tinggi ternama (seperti Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia), para mahasiswa Prodi Farmasi Undana menunjukkan daya juang yang tinggi. Mereka tetap optimis berkat semangat pantang menyerah dan kemampuan akademik yang solid.
Persiapan intensif dilakukan sejak 7 Oktober 2025, dengan bimbingan langsung dari Ketua Prodi Farmasi, Dr. apt. Magdarita Riwu, S.Farm., M.Farm., yang bertindak sebagai penanggung jawab umum dan pendamping. Mekanisme persiapan meliputi kelas intensif, diskusi rutin, dan simulasi soal OFI tahun sebelumnya.
Dalam hal logistik, keikutsertaan mahasiswa ini mendapat dukungan penuh dari pihak rektorat Undana, yang memfasilitasi administrasi, biaya transportasi, biaya pendaftaran, dan kebutuhan harian delegasi.


Kerja keras dan dukungan tersebut berbuah manis. Dua dari empat delegasi Undana yang menjadi anggota tim kolaborasi berhasil menorehkan prestasi signifikan dalam kategori bidang Farmasi Kesehatan Masyarakat dan Farmasi Sosial/Komunitas, dengan meraih posisi ke-2 dan ke-5 dalam perlombaan. Selain itu, tim kolaborasi Undana juga mendapat penghargaan sebagai Tim Kolaborasi Terkompak di antara semua tim dalam bidang lomba.
Keikutsertaan dan pencapaian ini menegaskan bahwa meskipun Prodi Farmasi Undana tergolong baru, ia memiliki semangat juang yang setara dengan Perguruan Tinggi Farmasi lainnya. Pencapaian ini menjadi catatan penting yang dapat mendukung akreditasi Prodi Farmasi dari aspek mahasiswa berprestasi, dukungan institusi, dan reputasi akademik program studi.

Sebagai rencana tindak lanjut, Ketua Prodi Farmasi akan menyusun modul pembinaan internal OFI (terdiri dari soal-soal dan pembahasannya) dan mengevaluasi metode pembelajaran. Langkah ini bertujuan untuk memastikan regenerasi peserta di tahun berikutnya bisa lebih siap dan untuk menyesuaikan kurikulum dengan standar kompetensi nasional yang diujikan dalam OFI. (ing)
