KUPANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya implementasi manajemen risiko yang matang dalam setiap proses transformasi digital di sektor perbankan. Dukungan terhadap digitalisasi harus dilakukan secara aman dan terencana, tidak sekadar asal “go digital” demi menjaga stabilitas sistem keuangan dan kepercayaan masyarakat.
Penegasan krusial ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan “OJK Mengajar”. Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan HUT ke-14 OJK dan berlangsung di Auditorium Grha Cendana, Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, pada Kamis, (16/10/2025).

Dalam paparannya, Dian Ediana Rae menekankan bahwa perbankan memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, meskipun OJK mendukung penuh inovasi dan digitalisasi, setiap lembaga jasa keuangan diwajibkan untuk tetap memiliki dan menerapkan manajemen risiko yang memadai.
“OJK mendukung transformasi digital perbankan, namun harus tetap aman dan tidak asal ‘go digital.’ Hal ini dilakukan agar sektor perbankan tetap memiliki manajemen risiko yang matang demi menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Dian Ediana Rae di hadapan para akademisi dan sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Kupang.


Kegiatan OJK Mengajar ini mengusung tema “Perbankan Indonesia: Antara Inovasi, Regulasi, dan Kepercayaan Publik dalam Rangka Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional.”
OJK Mengajar: Program Nasional Edukasi Stabilitas Keuangan
Program “OJK Mengajar” sendiri merupakan program nasional OJK yang secara rutin dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program ini berfungsi sebagai platform strategis untuk menyampaikan kebijakan dan perkembangan terkini sektor jasa keuangan langsung kepada mahasiswa dan akademisi, yang merupakan calon pemimpin dan pelaku ekonomi masa depan. Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun OJK, kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen lembaga pengawas tersebut dalam melakukan edukasi publik dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya mengenai pentingnya regulasi dan inovasi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.


Pejabat Teras OJK Hadiri Acara
Acara di Undana ini dihadiri oleh sejumlah pejabat teras OJK dan petinggi kampus. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor OJK Provinsi Bali, Ananda R. Mooy, Kepala OJK Provinsi NTT, Japarmen Manalu, serta Asisten Direktur Madya dan Asisten Direktur Bagian Pengawasan dari Kantor OJK Provinsi NTT.



Dari pihak Undana, acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof.Dr.drh. Annytha I. R Detha., M.Si dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Siprianus Suban Garak., M.Sc. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan keseriusan OJK dalam menyampaikan pesan stabilitas keuangan di wilayah Nusa Tenggara Timur. (Ing)
