JAKARTA – Sebanyak lima mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menembus pusat kekuasaan dengan mengikuti Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Magang yang berlangsung selama tiga bulan penuh, terhitung sejak 6 Oktober hingga 12 Desember 2025, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, ini menjadi jembatan strategis bagi mahasiswa dari Indonesia Timur untuk mengaplikasikan teori pemerintahan ke dalam praktik kerja lembaga tinggi negara.
Kelima mahasiswa Semester 5 yang terpilih—yaitu Tabita Silaban, Veki Fallo, Jesika Hamun, Valnes Nesi, dan Rifal Dicaprio—ditempatkan secara spesifik di ruang kerja anggota DPD RI dari berbagai provinsi. Fokus tugas utama mereka adalah memberikan dukungan administrasi kelembagaan, mulai dari penyiapan dokumen rapat, penyusunan bahan laporan, hingga pengelolaan arsip. Selain tugas-tugas administratif, mahasiswa juga berkesempatan mengikuti agenda penting, seperti Sidang Paripurna dan Rapat Koordinasi, memberikan mereka pemahaman langsung mengenai alur kerja dan akuntabilitas lembaga legislatif.

Program ini memiliki bobot akademik yang tinggi, mewajibkan mahasiswa menghasilkan tidak hanya laporan akhir kerja, tetapi juga Refleksi Akademik yang mendalam. Refleksi ini menjadi bukti nyata bagaimana teori-teori Ilmu Politik—seperti sistem perwakilan, administrasi publik, dan dinamika kelembagaan—terimplementasi dalam aktivitas riil DPD RI. Hal ini secara efektif menjembatani kesenjangan antara pengetahuan konseptual di kelas dengan kompleksitas birokrasi pemerintahan pusat.
Program Magang MBKM ini secara strategis dipilih oleh Program Studi Ilmu Politik FISIP Undana karena relevansinya yang sangat kuat dengan kajian hubungan pusat-daerah, otonomi, dan desentralisasi. Magang di Setjen DPD RI, sebagai lembaga perwakilan daerah di tingkat nasional, memungkinkan mahasiswa melihat langsung bagaimana kepentingan daerah direpresentasikan, diperjuangkan, dan menjadi bahan perumusan kebijakan publik di ibu kota.


Selama pelaksanaan program, mahasiswa didampingi oleh Boli Tonda Baso, S.Sos., M.Si., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Undana, yang memastikan kesesuaian kegiatan dengan capaian kurikulum. Di pihak penerima magang, bimbingan dan arahan tugas dilakukan oleh Dr. Fitriani Badar, Kepala Bidang Organisasi, Kepegawaian, dan Kinerja (OKK) Setjen DPD RI, yang bertindak sebagai mentor utama.
Pihak DPD RI menyambut baik dan mengapresiasi semangat belajar mahasiswa Undana, khususnya dari NTT, yang menunjukkan motivasi tinggi untuk merasakan magang di pusat pemerintahan. Sambutan hangat ini turut memperlancar proses pembelajaran bagi mahasiswa yang juga mendapat kesempatan mengembangkan soft skill penting, seperti etika birokrasi, kedisiplinan, manajemen waktu, dan kemampuan berjejaring dengan pejabat lintas bidang.
Proses seleksi kelima mahasiswa tersebut dilakukan secara ketat di tingkat program studi, dengan mempertimbangkan rekam jejak akademik, keaktifan dalam kegiatan kampus, dan pengalaman mengikuti kompetisi di luar kampus. Hal ini menjamin bahwa mahasiswa yang dikirim merupakan perwakilan terbaik yang siap beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata.

Program magang ini tidak hanya memberikan bekal karir berharga bagi mahasiswa di bidang pemerintahan atau lembaga legislatif, tetapi juga membuka peluang tindak lanjut kerja sama. FISIP Undana dan Setjen DPD RI diharapkan dapat memperbarui dan memperpanjang Memorandum of Understanding (MoU) agar program magang ini dapat berkelanjutan setiap tahun, memastikan lebih banyak generasi muda NTT dapat berkontribusi langsung pada dinamika pemerintahan nasional. (Ing)
