(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Mahasiswa Undana Siap Bawa Dampak Positif di Timor Tengah Selatan: Representasi Universitas Unggul dan Berdampak di Tengah Masyarakat

SOE – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmennya terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan memberangkatkan 350 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kehadiran ratusan intelektual muda ini bukan sekadar agenda rutin akademik, melainkan sebuah manifestasi konkret dari visi Undana sebagai institusi pendidikan unggul yang berorientasi pada dampak positif di tengah masyarakat. Para mahasiswa ini, dengan bekal ilmu dan semangat pengabdian, siap menjadi agen perubahan dan jembatan antara teori di kampus dengan realitas kebutuhan komunitas.

Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Wilayah TTS, Dr. Detji Nuban, S.H., M.Hum., memimpin rombongan mahasiswa dalam audiensi penting dengan Pemerintah Kabupaten TTS. Pertemuan yang digelar pada Kamis, 10 Juli 2025, di Aula Mutis, Kantor Bupati TTS, ini menjadi langkah awal krusial sebelum mahasiswa diterjunkan langsung ke lapangan. Audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan kehadiran dan maksud kegiatan mahasiswa Undana kepada pemerintah daerah, sebagai mitra utama dalam pelaksanaan KKN.

“Pertemuan ini dalam rangka kami lapor diri kepada pemerintah daerah Kabupaten TTS bahwa anak-anak mahasiswa kami akan melakukan KKN di wilayah TTS. Penting bagi kami untuk menjaga komunikasi, koordinasi dengan mitra kami dalam hal ini Pemda TTS,” jelas Dr. Detji. Pernyataan ini menegaskan bahwa Undana sangat menjunjung tinggi prinsip kolaborasi dan keterbukaan, memastikan setiap langkah KKN sejalan dengan program dan kebutuhan pemerintah daerah setempat.

Program KKN yang akan berlangsung selama dua bulan, terhitung dari awal Juli hingga akhir Oktober 2025, difokuskan pada KKN Alih Semester. Sebanyak 350 mahasiswa ini akan disebar ke 10 kecamatan dan 33 desa/kelurahan di Kabupaten TTS. Fokus utama program kerja KKN kali ini adalah pada isu-isu krusial yang tengah dihadapi masyarakat TTS, yakni penanganan stunting, pencegahan rabies, dan pengentasan kemiskinan. Dr. Detji menjelaskan, “Yang saat ini ada di hadapan kita, adalah mahasiswa-mahasiswi yang merupakan peserta KKN alih semester, yang akan melaksanakan KKN selama dua bulan di TTS”, ujarnya.

Meskipun Undana telah menetapkan beberapa program prioritas yang berfokus pada persoalan stunting, rabies, dan kemiskinan, Dr. Detji menekankan pentingnya fleksibilitas. “Memang ada beberapa program yang kami sampaikan yang menjadi program prioritas. Ini berfokus pada persoalan stunting, persoalan rabies, pengentasan kemiskinan, dan persoalan lain yang memang menjadi prioritas di desa. Tetapi pada prinsipnya kami juga menyesuaikan program prioritas di desa,” ungkapnya. Pendekatan adaptif ini memastikan bahwa kontribusi mahasiswa benar-benar relevan dan menjawab masalah krusial di setiap lokasi KKN.

Dalam kesempatan audiensi tersebut, Dr. Detji menyampaikan harapan besar kepada para mahasiswa. “Kami berharap bahwa KKN kali ini, teman-teman dapat berada di tengah-tengah masyarakat dan menjadi problem solving. Teman-teman hadir untuk membantu memecahkan persoalan di masyarakat,” pesannya penuh harap. Dengan jumlah kelompok yang bervariasi antara 10, 11, atau 12 peserta di setiap desa/kelurahan, setiap mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif sebagai bagian dari solusi.

Menjaga Nama Baik Undana dan Etika di Lingkungan Baru

Pelaksanaan KKN ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah dalam konteks nyata, sekaligus memperkuat implementasi slogan Undana Berdampak. “Pelaksanaan KKN ini boleh menjadi salah satu bentuk dari slogan Undana berdampak. Karena itu KKN ini juga menjadi sarana belajar, teman akan belajar di bangku kehidupan sesungguhnya, bagaimana menyelesaikan persoalan dengan basic ilmu teman-teman,” ujar Dr. Detji. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan cara membawa diri selama berinteraksi dengan masyarakat yang beragam karakternya, karena mereka membawa nama baik almamater.

Selain fokus pada program-program prioritas, mahasiswa KKN Undana di TTS yang akan tersebar di 31 desa dan dua kelurahan juga akan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2025 mendatang. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Undana tidak hanya datang untuk menjalankan program, tetapi juga untuk menyatu dan berkontribusi secara holistik dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme di wilayah perbatasan.

Di akhir audiensi, Dr. Detji Nuban menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten TTS atas kesediaan dan penerimaan hangat terhadap mahasiswa Undana. “Ucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah TTS yang telah menerima kami untuk bisa melakukan KKN di TTS. Kami juga menyampaikan salam hangat dan terima kasih sebesar-besarnya dari Bapak Rektor kepada Pemda TTS atas perkenaan ini,” ucapnya, menyoroti hubungan baik dan kemitraan yang kuat antara Undana dan Pemerintah Kabupaten TTS.

Meskipun sebagian mahasiswa yang mendapat lokasi KKN di bagian selatan sudah terlebih dahulu menuju lokasi, audiensi ini menegaskan koordinasi yang solid untuk memastikan kelancaran seluruh proses KKN bagi seluruh peserta. Dengan persiapan matang dan semangat pengabdian yang tinggi, diharapkan 350 mahasiswa Undana ini tidak hanya menyelesaikan tugas akademik mereka, tetapi benar-benar mampu membawa perubahan positif dan berkelanjutan, menegaskan peran Undana sebagai universitas unggul yang berdampak nyata bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur. (Ing)

Comments are closed.
Arsip