(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Mahasiswa FPKP Undana Pimpin Isu Sosial Pangan ISMAPETI, Jangkau Lima Provinsi Wilayah Timur

KUPANG – Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Nusa Cendana (Undana) semester VII, Marno Neno Bunda, menembus batas kepemimpinan wilayah. Marno resmi terpilih sebagai Ketua Bidang Sosial Masyarakat Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) Wilayah V, yang memiliki cakupan luas meliputi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Sulawesi.

Marno dilantik secara daring pada 25 September 2025, setelah melalui proses seleksi organisasi yang ketat. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Undana dan Fakultas Peternakan, serta menunjukkan bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing di kancah organisasi nasional.

Dalam wawancara di Kantor Humas Undana, Senin (29/9), Marno menuturkan bahwa keterlibatannya di ISMAPETI didorong oleh keinginan kuat untuk membangun jaringan luas dan menghadirkan peran nyata mahasiswa peternakan bagi masyarakat.

“Bergabung dengan ISMAPETI memberi kesempatan untuk belajar, berjejaring, dan berkontribusi, bukan hanya di Undana tetapi juga di wilayah lain. Saya ingin mahasiswa peternakan hadir di tengah masyarakat, apalagi kita sedang menghadapi krisis pangan,” ujarnya.

Sebagai Ketua Bidang Sosial Masyarakat, Marno telah menyiapkan sejumlah program yang berorientasi langsung pada peternak kecil. Program tersebut meliputi pemberdayaan peternak lokal, pelatihan manajemen modern, hingga pendampingan pembuatan pakan alternatif.

Selain itu, program kerjanya juga menyasar bantuan bibit ternak unggul dan penyuluhan pemasaran produk peternakan. Marno turut menargetkan kegiatan sosial di daerah tertinggal, termasuk pengobatan hewan gratis, pembagian sembako, dan perbaikan fasilitas peternakan sederhana.

Harapannya, langkah ini mampu meningkatkan kesejahteraan peternak kecil dan menghadirkan solusi konkret atas persoalan subsektor peternakan di berbagai daerah. Marno yakin, dengan kompetensi yang dimiliki, mahasiswa dapat menjadi solusi di lapangan.

“Saya berharap Undana, akademisi, praktisi, bahkan pemerintah bisa mendukung mahasiswa peternakan untuk membantu masyarakat,” kata Marno, mendorong kolaborasi multi-pihak.

Marno secara spesifik mengharapkan dukungan logistik dari Undana. “Saya jujur salah satu perwakilan dari NTT, khususnya Undana. Karena itu, saya berharap ke depan Undana dapat memberikan dukungan dan fasilitas agar saya bisa hadir langsung dalam kegiatan ISMAPETI, tidak hanya melalui Zoom,” ungkapnya.

Kontribusi Marno tidak hanya membawa nama baik kampus di tingkat nasional, tetapi juga membuka jalan bagi mahasiswa peternakan Undana untuk lebih aktif dalam isu-isu strategis pembangunan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia. (Moi)

Comments are closed.
Arsip