(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Lawan Stres Akademik: 30 Mahasiswa FPKP Undana Dibekali Peer Support dan Konseling Dasar

KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menegaskan perhatiannya terhadap kesehatan mental mahasiswa melalui pelatihan Peer Support yang digelar pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP).

Pelatihan yang merupakan kolaborasi antara Kelompok KKN Tematik Kedokteran di LPPM dan Tim Laskar Sehat Undana ini dilaksanakan untuk membentuk jejaring mahasiswa yang mampu menjadi pendamping awal bagi teman sebayanya. Langkah ini dinilai mendesak mengingat meningkatnya kerentanan mahasiswa terhadap stres akademik, tekanan sosial, dan berbagai persoalan psikologis.

Sebanyak 30 mahasiswa FPKP terpilih untuk mengikuti pembekalan intensif mengenai keterampilan konseling dasar dan dukungan emosional.

Depresi Tidak Selalu Terlihat Jelas

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FPKP, Dr. Ir. Edi Djoko Sulistijo, M.P., menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari komitmen fakultas dalam memperkuat lingkungan belajar yang aman dan suportif.

Senada dengan hal itu, Ketua Health Promoting University (HPU) Undana, Dr. dr. Nicholas Edwin Handoyo, M.Med.Ed., menekankan bahwa masalah psikologis sering kali tidak terlihat secara kasat mata.

“Terkadang mahasiswa yang depresi itu tidak nampak penampilannya kalau dia itu depresi,” ujarnya, mengingatkan bahwa pendampingan sebaya (peer support) bisa menjadi pintu masuk awal sebelum penanganan profesional dilakukan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada konsep dasar stres dan mekanisme coping. Tujuannya agar mereka dapat mengenali tanda-tanda stres baik pada diri sendiri maupun teman, sekaligus memahami cara merespons secara empatik.

Keterampilan Kunci: Active Listening dan Self-Care

Salah satu fokus penting pelatihan adalah keterampilan konseling dasar. Mahasiswa mempelajari teknik-teknik kunci, seperti active listening, empati, refleksi perasaan, dan penggunaan pertanyaan terbuka.

Selain itu, kemampuan stabilisasi diri atau self-care juga turut ditegaskan. Peserta dibekali teknik relaksasi, seperti deep breathing, progressive muscle relaxation, dan butterfly hug, yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan mental diri sendiri dan sebagai bagian dari pendampingan awal kepada mahasiswa lain.

Dalam sesi diskusi, psikolog Christiani Natasya Miru, S.Psi., M.Psi., Psikolog, turut mengajak peserta memahami lebih dalam pola-pola masalah kesehatan mental yang umum dialami mahasiswa beserta tantangan penanganannya di kampus.

Melalui pendekatan pelatihan ini, Undana berharap terbentuknya komunitas peer support yang mampu menjadi lini pertama dalam deteksi dini dan penyediaan dukungan emosional, menciptakan kampus yang lebih peduli dan responsif terhadap isu kesehatan mental. (Iyl)

Comments are closed.
Arsip