(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Kolaborasi FKIP Undana & UNS: Seminar Nasional Dorong Calon Pendidik Jadi Perancang Pengalaman Belajar di Era AI Berbasis Kearifan Lokal

KUPANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menggelar Seminar Nasional bertajuk “Persiapan Calon Pendidik Kreatif dan Inovatif di Era Digital dan AI Berbasis Kearifan Lokal” pada Jumat, 21 November 2025, di Aula FKIP Undana. Acara ini menjadi wadah strategis bagi perwakilan mahasiswa dari 18 Program Studi di FKIP Undana untuk merespons tantangan perkembangan teknologi di dunia pendidikan.

Ketua Panitia, Dona Natalia Amung, menjelaskan bahwa seminar ini didorong oleh realitas perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang telah mengubah paradigma pendidikan secara fundamental.

“Meskipun adopsi teknologi sangat penting, kita harus tetap memastikan bagaimana pemanfaatannya bisa sejalan dengan nilai-nilai kearifan lokal agar mereka dapat membentuk peserta didik yang berkarakter sesuai budaya bangsa,” jelasnya.

Pergeseran Peran Guru Menjadi Perancang Pengalaman Belajar

Seminar ini menghadirkan dua perspektif ahli. Narasumber internal, Dr. Fembriani, S.Pd., M.Pd., menggarisbawahi urgensi pembekalan bagi calon pendidik untuk menjadi guru masa depan yang kreatif, inovatif, dan berakar pada kearifan lokal. Ia menyoroti bahwa di tengah derasnya arus digital, calon pendidik harus tetap humanis dan wajib menguasai empat kompetensi inti: pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional.

Perspektif dari luar kampus dibawa oleh Prof. Dr. paed. Nurma Y. Indriyanti, M.Si. dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Prof. Nurma memaparkan urgensi pemberdayaan pendidik di tengah dunia AI dan menekankan adanya pergeseran peran guru.

Menurutnya, guru masa depan tidak lagi berfungsi sebagai transfer of knowledge, tetapi harus bertransformasi menjadi perancang pengalaman belajar bagi peserta didik.

Sesi diskusi berjalan dinamis, di mana para mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi terkait kiat-kiat konkret mewujudkan tema seminar.

“Kami berharap lahir pendidik yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap teknologi, dan yang paling utama, tetap berpegang teguh pada nilai budaya Indonesia,” ungkap Ketua Panitia. Harapan besar ini sekaligus menjadi komitmen FKIP Undana untuk memastikan lulusannya siap menghadapi tantangan global dengan kritis tanpa melupakan kearifan lokal. (Audc)

Comments are closed.
Arsip