KUPANG – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali membuktikan kapasitasnya di tingkat nasional sebagai mitra strategis Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hasil kinerja Tim FKM Undana tampil menonjol dalam Pertemuan Evaluasi Akhir Kegiatan Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Tahun 2025 yang diselenggarakan Kemenkes di Hotel Mercure Serpong Alam Sutera, Banten, pada 29 September – 5 Oktober 2025.
Dipimpin oleh Dekan Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt, M.Kes, FKM Undana memaparkan hasil pendampingan yang berhasil memperkuat tata kelola kesehatan di empat kabupaten NTT yang memiliki tantangan serius: Alor, Sumba Timur, Flores Timur, dan Sumba Barat.
Kemitraan strategis ini telah terjalin konsisten sejak tahun 2019, menunjukkan kepercayaan Kemenkes terhadap kompetensi akademik Undana di bidang tata kelola kesehatan daerah.

Dalam pendampingan ini, FKM Undana mengirimkan empat tim terbaik, dengan fokus menyelaraskan dokumen perencanaan Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah agar terintegrasi dengan prioritas nasional, yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Riset Inovasi Bidang Kesehatan (RIBK).
Hasil yang dipaparkan FKM Undana mendapat apresiasi tinggi. Kabupaten Alor mencatat capaian sempurna dengan 100 persen penyelarasan indikator RPJMN dan 91 persen untuk RIBK. Capaian Sumba Barat juga impresif, menembus 91 persen untuk RIBK, meskipun RPJMN di angka 82 persen.
Secara umum, Kabupaten Sumba Timur berhasil mengintegrasikan 94 persen RPJMN dan 88 persen RIBK, sementara Kabupaten Flores Timur mencapai 87 persen RPJMN dan 88 persen RIBK.
Capaian ini memperlihatkan bahwa dokumen Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 dan Rencana Kerja (Renja) 2026 yang disusun Dinkes di empat kabupaten dampingan FKM Undana kini menjadi lebih terukur, terintegrasi, dan berbasis bukti.
“Kami sangat bangga, karena capaian ini membuktikan bahwa universitas di kawasan timur Indonesia juga mampu memberi kontribusi strategis bagi pembangunan kesehatan nasional,” tegas Prof. Apris A. Adu.
Melihat keberhasilan ini, FKM Undana berharap kerja sama dengan Kemenkes dapat terus berlanjut dan diperluas hingga periode 2026–2028.
Dengan semangat kolaborasi, FKM Undana berkomitmen menjadi motor penggerak transformasi kesehatan di kawasan timur Indonesia, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi terwujudnya visi Indonesia Sehat 2025–2029. (Ing)
