KUPANG – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) meluncurkan program inovatif di SMK Negeri 5 Kupang. Pada 19 September 2025, mereka tidak hanya menjalani Program Latihan Profesi (PLP) untuk mengasah kemampuan mengajar, tetapi juga merangkainya dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Lingkungan.
Pola integrasi PLP dan KKN ini membedakan mahasiswa Undana dari mahasiswa lain—dari Universitas Citra Bangsa (UCB), Universitas Kristen Artha Wacana (Unkris), dan Sekolah Tinggi Pastoral (Stipas)—yang turut berpartisipasi dalam PLP di sekolah tersebut.
Melalui program unik ini, mahasiswa FKIP Undana tidak hanya berfokus pada teori dan praktik mengajar di kelas, tetapi juga terlibat aktif dalam pengabdian masyarakat sekolah. Program KKN Lingkungan ini difokuskan pada kegiatan kebersihan, penataan area sekolah, dan penghijauan.


Tujuannya jelas: menciptakan suasana belajar yang sehat, hijau, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah. Mahasiswa Undana diharapkan memperoleh pengalaman yang komprehensif, mengasah keterampilan mengajar sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap lingkungan.
Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) SMK Negeri 5 Kupang, Lusia Prada Lanan, S.Pd., menyambut positif inisiatif tersebut. “Lingkungan yang bersih dan sehat sangat penting untuk menunjang proses belajar mengajar yang efektif,” ujarnya, mengapresiasi kontribusi nyata mahasiswa.
Koordinator Umum Mahasiswa PLP dan KKN FKIP Undana, Jibrael Y. Malaimakani dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin, berharap program ini menumbuhkan kesadaran kolektif di antara seluruh mahasiswa dan warga sekolah. “Suasana yang nyaman dan mendukung sangat penting bagi keberhasilan pendidikan,” katanya, menekankan pentingnya sinergi antara akademik dan lingkungan.


Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan SMK Negeri 5 Kupang. PLT Kepala Sekolah, Hebner Dakabesi, S.Pd., M.Pd., bersama para wakil kepala sekolah, turut hadir memberikan motivasi dan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
Dukungan penuh ini membuktikan bahwa pihak sekolah melihat inisiatif Undana sebagai langkah yang relevan dan memberikan dampak langsung. Integrasi program ini menjadi contoh nyata kolaborasi antar-lembaga dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal.

Melalui PLP yang dirangkaikan dengan KKN ini, mahasiswa FKIP Undana memperkuat kompetensi akademik sebagai calon pendidik, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kepemimpinan yang berwawasan lingkungan.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai universitas dalam satu lokasi juga menambah nilai kolaborasi. Namun, inisiatif Undana untuk mengintegrasikan pengajaran dan pengabdian masyarakat memperkuat citra kampus dalam menciptakan calon guru yang holistik, peduli pada lingkungan, dan siap menjadi agen perubahan. (Mel)
