(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Humas PTN Berhasil Sukseskan SNPMB 2025: Prof. Eduart Wolok Apresiasi Kinerja dan Tantangan ke Depan

MAKASSAR – Kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran kehumasan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam menyukseskan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2025 mendapatkan apresiasi tinggi dari Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT. Peran vital Humas dalam menyosialisasikan dan mempromosikan dua jalur utama, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dinilai menjadi kunci keberhasilan hajatan nasional ini. Apresiasi tersebut disampaikan dalam gelaran Pembahasan Evaluasi dan Pelaporan Teknis Kegiatan Humas PTN Akademik dan PTN Vokasi yang berlangsung secara luring di Makassar, 9-11 Juli 2025.

Prof. Eduart Wolok menegaskan bahwa kontribusi signifikan Humas PTN tercermin dari tren peningkatan jumlah peserta SNBP dan SNBT setiap tahunnya. Ini membuktikan bahwa upaya sosialisasi dan promosi yang dilakukan berhasil menggerakkan sekolah dan siswa di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam SNPMB 2025. Keberhasilan ini menempatkan SNPMB sebagai salah satu proses pendaftaran mahasiswa baru serentak terbesar di dunia, sebuah pencapaian yang patut dibanggakan.

“Dari data yang ada, peserta SNBP tahun ini sejumlah 776.515 siswa, sementara peserta SNBT mencapai 860.976 siswa,” ungkap Prof. Eduart Wolok, menyoroti skala besar dari kegiatan ini. Angka tersebut menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Meski demikian, ia mengingatkan para peserta yang hadir untuk tidak berpuas diri, sebab masih ada sejumlah “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan untuk perbaikan di masa mendatang.

Beberapa tantangan yang disoroti Prof. Eduart Wolok adalah masalah keterlambatan sekolah dalam mengisi data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) untuk jalur SNBP. Keterlambatan ini kerap mengakibatkan siswa kehilangan kesempatan mendaftar, padahal panitia telah mengalokasikan waktu pendaftaran yang cukup panjang. Di sisi lain, jalur SNBT juga diwarnai dengan munculnya modus kecurangan yang kian canggih, mulai dari penggunaan alat bantu, upaya penyalinan soal jarak jauh, hingga praktik joki. “Bahkan ada kamera mini yang ditaruh di behel gigi, ini sudah di luar nurul,” seloroh Prof. Eduart Wolok, disambut gelak tawa hadirin, menunjukkan betapa kompleksnya tantangan pengawasan.

Kegiatan evaluasi ini mengundang 76 koordinator Humas PTN Akademik dan 44 penanggung jawab Humas PTN Vokasi, yang berkumpul di Hotel Four Points by Sheraton Makassar. Turut hadir dalam pertemuan penting ini adalah Ollien Manggol, S.KM., MPA, yang menjabat sebagai Koordinator Humas SNPMB Universitas Nusa Cendana (Undana) sekaligus Sub Koordinator Humas Biro Perencanaan dan Kerjasama Undana. Kehadiran delegasi Humas Undana menjadi representasi dari peran aktif Undana dalam menyukseskan SNPMB serta komitmen dalam perbaikan sistem seleksi di masa depan.

Dalam proses krusial ini, peran Humas Undana menjadi vital, tidak hanya untuk mensosialisasikan informasi terkait SNBP dan SNBT secara jelas dan akurat kepada masyarakat luas, tetapi juga untuk membangun dan memperkuat branding Undana sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan pilihan utama. Upaya ini terbukti berhasil meningkatkan partisipasi siswa jalur SNBP Undana sebesar 10,64% pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 dan Partisipasi siswa jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) di Undana pada tahun 2025 mengalami peningkatan sebesar 37,2% dibandingkan tahun 2024. Pada tahun 2025, terdapat 11.441 pendaftar, sementara pada tahun 2024 jumlah pendaftar hanya 8.354.

Setelah arahan dari Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, sesi dilanjutkan dengan evaluasi mendalam yang disampaikan oleh Koordinator Humas SNPMB, Ismaini Zein. Evaluasi ini mencakup beragam aspek, mulai dari efektivitas materi sosialisasi SNPMB yang telah dibuat, pertanggungjawaban keuangan, hingga diskusi strategis persiapan SNPMB untuk tahun mendatang. Ismaini Zein menekankan bahwa tantangan utama Humas PTN saat ini adalah bagaimana menjadi sumber informasi SNPMB yang terpercaya di tengah maraknya konten sejenis di media sosial, sekaligus mampu menyajikan informasi dan konten yang relevan serta menarik bagi Generasi Z.

Dalam sesi diskusi, mencuat usulan krusial agar Panitia Pusat SNPMB pada tahun 2026 tidak lagi memberikan perpanjangan waktu pendaftaran jalur SNBP. Usulan ini muncul sebagai respons atas keluhan Humas PTN yang merasa “dibully” dan dianggap tidak konsisten oleh sekolah dan siswa yang telah tertib sejak awal. “Kami di Humas dibully gara-gara hal ini, lebih baik sekolah yang telat memasukkan data di PD Dikti tidak perlu diberikan kesempatan perpanjangan waktu agar menjadi pelajaran,” tegas Yar Johan dari Humas Universitas Bengkulu, menggambarkan situasi sulit yang dialami para Humas PTN.

Masih dalam sesi diskusi, delegasi Humas Undana juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan usulan menindaklanjuti penjelasan Prof. Eduart Wolok, mengenai minimnya informasi bagi siswa saat melakukan pemilihan Program Studi (Prodi) yang berujung pada sebuah pilihan yang tidak tepat. Kasus siswa yang sudah dinyatakan lulus dan telah melakukan pendaftaran ulang namun mengurungkan niat untuk melanjutkan kuliah cukup tinggi, karena siswa dinyatakan lulus justru pada pilihan kedua dan seterusnya, yang bukan menjadi prioritasnya.

“Melihat jumlah kasus yang cukup tinggi, kami menyarankan agar panitia dapat membuat modul sosialisasi bagi Humas PTN yang terstandar dan seragam bagi semua PTN, tidak saja menyoroti mengenai alur dan jenis penerimaan, kuota, mekanisme pembuatan akun, dan strategi pemilihan prodi namun juga membahas mengenai berbagai konsekuensi yang dapat diterima oleh siswa yang bersangkutan. Modul sosialisasi ini kami usulkan untuk dapat disusun dengan kemasan yang lebih familiar dengan siswa dan disosialisasikan sebelum jadwal pembuatan akun PDSS dan akun siswa dimulai”, usul Koordinator Humas SNPMB Undana.

Prof. Eduart Wolok mengamini bahwa selain evaluasi teknis, kegiatan ini juga mengidentifikasi beberapa kasus yang mencuat selama pelaksanaan seleksi. Namun, ia tak menampik bahwa peran Humas dalam memberikan informasi serta menyelesaikan krisis informasi, seperti deadline pengisian data PDSS dan kasus kecurangan, sangatlah krusial dan tidak dapat dikesampingkan. Usulan yang disampaikan dalam sesi diskusi menjadi catatan penting Panitia SNPMB untuk direalisasikan segera.

Senada, Koordinator Humas SNPMB, Dr. Ismaini Zein, M.Si., menambahkan bahwa panitia pusat mengakui adanya hambatan terkait pencairan anggaran publikasi dengan kebijakan masing-masing PTN. “Kita juga melihat bahwa ada masalah efisiensi pada tahun ini, meskipun kami berkomitmen untuk membantu teman-teman Humas untuk menghadirkan berbagai bentuk publikasi, baik video sosialisasi dan promosi SNPMB lainnya,” ungkap Ismaini, menunjukkan upaya untuk terus mendukung kinerja Humas PTN.

Di akhir kegiatan, sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan kreativitas, panitia pusat memberikan anugerah produksi video dengan tagline “Ekspedisi” kepada tujuh Humas PTN terbaik, baik dari PTN akademik maupun vokasi. Penghargaan ini diberikan kepada lembaga-lembaga yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menyajikan informasi SNPMB secara menarik dan efektif, di antaranya adalah Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, ISBI Bandung, dan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan.(Ing)

Comments are closed.
Arsip