KUPANG – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025 di Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi berakhir pada Kamis (6/11/2025). Selama empat hari, sejak 3 November, Undana telah sukses menjalankan perannya sebagai salah satu dari 16 perguruan tinggi di Indonesia yang dipercaya oleh Kementerian untuk menjadi pengawas pelaksanaan TKA secara nasional.
Kegiatan yang melibatkan 90 dosen dan tenaga kependidikan Undana sebagai penyelia ini terpusat di ICT Centre kampus. Para penyelia bertugas memantau jalannya ujian daring dalam tiga sesi setiap harinya, mengawasi peserta ujian di berbagai sekolah mitra di seluruh Indonesia.

Kepala UPT TIK Undana, Prof. Dr. Kalvein Rantelobo, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa secara umum, pelaksanaan TKA di Undana telah berjalan dengan baik berkat kedisiplinan dan kerja sama tim internal. Namun, ia mencatat adanya beberapa kendala teknis dan koordinasi yang perlu dievaluasi.
Prof. Kalvein menyoroti bahwa kendala teknis mayoritas terjadi di lapangan, khususnya di laboratorium SMA/SMK mitra. “Kendalanya kebanyakan di kelas-kelas di lab SMA/SMK. Faktor utama jaringan masih banyak yang belum memenuhi standar, listrik beberapa lokasi juga padam,” ujarnya.
Selain faktor infrastruktur, ia menjelaskan bahwa permasalahan juga muncul akibat koordinasi yang belum maksimal antar pihak pelaksana di tingkat pusat, dinas, dan universitas pengawas di lapangan.


“Koordinasi pelaksana dari pusat ke dinas dan mungkin dengan universitas yang mengawas, pengawas yang ada di sekolah masih ada yang tidak tahu tupoksi dan proses bagaimana dia mengawas,” jelasnya. Hal ini, menurutnya, mengakibatkan adanya beberapa kelas yang terlambat memulai ujian dan pelaksanaannya tidak maksimal.
Meskipun demikian, Prof. Kalvein menegaskan bahwa Undana secara keseluruhan telah berhasil menuntaskan tugas pengawasan dengan baik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan Kementerian atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Undana untuk berperan aktif dalam pelaksanaan TKA nasional.
Prof. Kalvein menilai keikutsertaan Undana dalam kegiatan ini memberikan dampak positif, terutama bagi masyarakat NTT. “Ini juga berimbas dampaknya bagi anak-anak NTT secara umum, karena minimal kalau kita masuk di kepanitiaan ini kita bisa lebih mengarahkan mereka,” tambahnya.



Sebagai penutup, ia menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelaksanaan ke depan melalui evaluasi menyeluruh. “Kita akan tetap evaluasi juga karena tidak ada yang sempurna dan kita akan berikan beberapa catatan agar tahun depan jika kita dipercaya lagi kita lebih bersiap dan lebih baik lagi,” tandasnya.
Dengan berakhirnya TKA, UPT TIK berkomitmen untuk terus memperkuat sistem teknologi dan koordinasi internal agar pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang dapat berjalan lebih efektif dan profesional. Sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di NTT, Undana kembali membuktikan kapasitas dan kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan seleksi akademik nasional yang transparan dan berstandar tinggi. (IyL)
