(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

FST Undana dan BPS NTT Perkuat Kolaborasi: Lahirkan Talenta Data Unggul untuk Pembangunan Nasional

Kupang – Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang data. Melalui Program Studi (Prodi) Matematika, FST Undana sukses menggelar “EDUTSTAT-TALK Series #5” bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Forum diskusi penting bertema “Methods of Data Analysis and Best Practice in BPS Data Processing” ini menjadi wadah strategis untuk memperdalam pemahaman dan praktik terbaik dalam pemanfaatan data demi kemajuan pembangunan, serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi statistik.

Acara yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube pada Rabu, 25 Juni 2025, ini menghadirkan dua narasumber kompeten: Elisabeth Brielin Sinu, S.Si., M.Si, Dosen Prodi Matematika Undana, dan Wahyu Winarto, S.Tr.Stat, Statistisik Ahli Pertama BPS Provinsi NTT. Diskusi interaktif ini dipandu oleh Marselinus Abi, Agen Pojok Statistik Undana. Antusiasme peserta terlihat jelas dengan kehadiran perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia selain Undana, seperti Universitas Negeri Padang, Universitas Bengkulu, Universitas Pattimura, dan Universitas Bina Bangsa.

Dalam sambutan pembukaannya, Dekan FST Undana, Prof. Philipi de Rozari, S.Si, M.Si, M.Sc, Ph.D, menyoroti urgensi data sebagai fondasi utama perumusan kebijakan publik yang transparan dan akuntabel. “Perencanaan pembangunan akan menjadi spekulatif tanpa dukungan data yang kuat. Mereka yang menguasai data, pada akhirnya, akan memenangkan kompetisi di berbagai sektor,” tegas Prof. Philipi, menganalogikan data sebagai ‘dapur’ yang menghasilkan output kebijakan yang presisi.

Lebih lanjut, Prof. Philipi menekankan esensi kolaborasi lintas sektor, khususnya antara BPS dan institusi akademik, untuk bersama-sama mewujudkan kemajuan pembangunan. Beliau berharap komunikasi dan literasi data dapat terus diperkuat melalui kegiatan berkelanjutan seperti EDUTSTAT-TALK. Apresiasi tulus disampaikan kepada BPS Pusat, BPS Provinsi, serta seluruh universitas mitra atas terselenggaranya program yang kini telah memasuki edisi kelima ini. Ini menunjukkan keseriusan Undana dalam menghadapi tantangan era data dan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Mengupas Tuntas Metode Analisis Data dan Aplikasinya

Sesi pertama, yang dibawakan oleh Elisabeth Brielin Sinu, S.Si., M.Si, memberikan gambaran komprehensif mengenai metode-metode kunci dalam analisis data. Pembahasan mencakup tahapan penting dalam analisis untuk memastikan kualitas data, hingga dua pendekatan utama yang krusial dalam analisis data. Analisis Deskriptif dijelaskan sebagai cara untuk merangkum dan menggambarkan karakteristik data yang ada, memberikan gambaran umum yang jelas. Sementara itu, Analisis Inferensial memungkinkan penarikan kesimpulan atau generalisasi dari data yang diamati, melangkah lebih jauh dari sekadar deskripsi.

Sesi ini juga menyentuh berbagai tantangan umum yang kerap dihadapi dalam analisis data, seperti data yang tidak lengkap atau bias, serta memberikan solusi praktis untuk mengatasinya. Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan beragam perangkat lunak pendukung analisis data yang sering digunakan, mulai dari statistik dasar hingga perangkat lunak kompleks, yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Praktik Terbaik Pengolahan Data BPS: Dari Data Mentah Menjadi Informasi Strategis

Sesi kedua, yang dibawakan oleh Wahyu Winarto, S.Tr.Stat, mendalami praktik terbaik dalam pengolahan data, khususnya data mikro BPS. Wahyu menjelaskan secara detail bagaimana data mentah yang kompleks diolah melalui serangkaian tahapan transformatif hingga menjadi informasi yang bermakna dan siap dipublikasikan sebagai indikator penting bagi masyarakat umum dan para pembuat kebijakan. Hal ini menyoroti bagaimana BPS berperan dalam mengubah angka menjadi narasi pembangunan.

Fokus menarik lainnya adalah pembahasan mengenai Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), sebuah survei berskala besar yang rutin dilaksanakan BPS. Data SUSENAS ini merupakan sumber vital untuk penyusunan berbagai indikator kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor, meliputi pendidikan, kesehatan, kependudukan, perumahan, hingga teknologi informasi dan komunikasi, menjadikannya rujukan penting dalam perencanaan pembangunan.

Sebagai bagian dari sesi praktik, peserta ditunjukkan langkah-langkah konkret pengolahan data mikro menggunakan SPSS, salah satu program yang paling sering digunakan oleh BPS dalam analisis data. Demonstrasi ini sangat penting untuk memberikan gambaran nyata kepada peserta tentang bagaimana data survei berskala besar, seperti SUSENAS, dapat diolah secara praktis dan menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“EDUTSTAT-TALK Series #5” ini sukses menjadi platform edukasi yang efektif, tidak hanya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi statistik dalam mengoptimalkan pemanfaatan data, tetapi juga menegaskan peran vital Undana dalam mencetak talenta data masa depan. Diharapkan, melalui kegiatan berkelanjutan semacam ini, Undana dan mitra-mitranya akan terus berkontribusi signifikan bagi pembangunan nasional dengan melahirkan para ahli data yang kompeten dan inovatif. (audc)

Comments are closed.
Arsip