(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

FISIP Undana Matangkan Persiapan Akhir IAPA 2025: Siap Jadi Pusat Diskusi Administrasi Publik Global di NTT

KUPANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) tengah mematangkan persiapan akhir untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional Indonesian Association for Public Administration (IAPA) 2025. Konferensi ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada 27–28 Oktober 2025 dan akan menghadirkan akademisi, praktisi, peneliti, hingga birokrat dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan dunia.

IAPA 2025 mengangkat tema “Indigenous Public Administration: Bridging Tradition, Innovation, and Governance for a World-Class Public Sector.” Tema ini dinilai sangat relevan dengan keunikan Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana kearifan lokal (flobamora) dapat disinergikan dengan kemajuan teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan digital governance untuk menghasilkan tata kelola publik yang unggul (good governance).

Menghadirkan Pakar Global dan Mendukung Tata Kelola Lokal

Kegiatan ini akan menghadirkan keynote speaker dan pembicara internasional dari Tiongkok, Korea Selatan, Thailand, Filipina, Timor Leste, dan berbagai negara lainnya di Asia, serta pakar administrasi publik dari universitas terkemuka di Indonesia.

Dekan FISIP Undana, Dr. Drs. William Djani, M.Si., menjelaskan bahwa kontribusi para pemateri diharapkan dapat memberikan pandangan baru dalam pengelolaan pemerintahan, terutama yang berhubungan dengan pendataan yang berkualitas untuk memecahkan masalah-masalah publik yang tepat sasaran.

“Pemateri-pemateri yang hadir pastinya akan memberikan pandangan dan pemahaman baru dalam konferensi ini, baik yang berkaitan dengan pengelolaan pemerintahan daerah, nasional, maupun internasional,” tutur Dr. William.

Panitia penyelenggara IAPA 2025 juga turut mengundang dosen dan mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam forum akademik ini, selain dari kalangan birokrasi.

Fasilitasi Riset, MoU, dan Wisata Lokal

Selain sesi utama (plenary session), konferensi ini akan diisi dengan presentasi ilmiah (call for paper), sesi paralel, diskusi kebijakan publik, serta writing and video competition. Forum ini juga membuka peluang kerja sama akademik antarperguruan tinggi yang akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) pada level fakultas.

Panitia juga menyiapkan agenda pendukung lain, seperti menampilkan tarian daerah NTT untuk mempromosikan budaya lokal. Pada hari terakhir, para pemateri internasional direncanakan mengunjungi beberapa daerah wisata di sekitar Kupang, termasuk di seberang Pulau Semau.

Dekan FISIP berharap, penyelenggaraan IAPA 2025 dapat memberikan dampak positif bagi para pemangku kebijakan (stakeholders), terutama para pembuat kebijakan (policy makers).

“Dokumen kerja sama yang telah ditandatangani harus diimplementasikan sehingga dapat membawa manfaat, bukan hanya terhenti pada penandatanganan dokumennya saja,” tutupnya, menegaskan komitmen Undana terhadap implementasi hasil kerja sama. (Fnt)

Comments are closed.
Arsip