KUPANG – Sorak semangat memenuhi Gelanggang Olahraga (GOR) Oepoi, Kupang, saat turnamen FH Cup XIV 2025 resmi dibuka pada Senin (10/11/2025). Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum (FH) Universitas Nusa Cendana (Undana) ini kembali menjadi ajang untuk mempererat solidaritas, menyalurkan minat, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas antarmahasiswa lintas perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Turnamen ini memegang rekor sebagai ajang kompetisi pertama dan terlama dalam sejarah Undana, yang telah berlangsung sejak tahun 2008, meskipun sempat dihentikan sementara akibat kendala pandemi COVID-19. Tahun ini, FH Cup XIV akan berlangsung selama tujuh hari, mulai dari 10 hingga 16 November 2025.

Kompetisi ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Undana, tetapi juga menarik partisipasi dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Persatuan Guru 1945 NTT, Politeknik Negeri Kupang, Universitas Terbuka Kupang, dan Universitas Timor, dengan total 43 tim yang mendaftar.
Pembukaan acara berlangsung meriah dengan penampilan perwakilan lima pemain dari masing-masing tim yang berbaris di tengah lapangan, menjadi simbol semangat dan kesiapan untuk berlaga secara sportif. Dukungan dari para mahasiswa menambah semarak suasana di GOR Oepoi.
Kehadiran Dekan, jajaran pimpinan, serta para dosen FH lainnya dalam acara ini juga menjadi simbol dukungan penuh institusi terhadap pengembangan karakter dan sportivitas mahasiswa.

Dr. Simplexius Asa, S.H., M.H., selaku Dekan FH Undana, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana pembentukan karakter dan sportivitas bagi mahasiswa. “Kegiatan seperti ini adalah kegiatan untuk mahasiswa. Tugas fakultas dan universitas adalah menyalurkan minat dan bakat. Anda berbakat, kami bimbing. Anda berminat, kami bantu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa FH Undana berupaya menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan saling menghargai melalui olahraga. Menurutnya, olahraga bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga tentang bagaimana seseorang belajar mengendalikan diri, menghormati lawan, dan menjunjung tinggi keadilan.
Dr. Simplex juga berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama mengikuti pertandingan. Ia menegaskan bahwa olahraga merupakan proses di mana setiap individu harus menghayati dan belajar menghormati lawan.

“Bertandinglah tidak saja untuk menjadi juara, tetapi juga sekalian untuk menjadi pemenang. Kalian semua adalah pemenang, kita tinggal menunggu pemenang sejati. Karena pemenang sejati bertanding dengan sportivitas yang tinggi,” pesannya.
Setelah upacara pembukaan, Dr. Simplex secara simbolis melakukan tendangan atau servis perdana, menandai dimulainya pertandingan. Turnamen ini menegaskan komitmen FH Undana dalam mendukung kegiatan non-akademik yang berorientasi pada pembentukan mental juara, sekaligus mengundang civitas akademika dan masyarakat Kupang untuk menyaksikan persaingan ketat antar-kampus di GOR Oepoi sepanjang pekan ini. (Fnt)
