(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

FEB Undana Berdayakan Wanita Tani Mollo Utara, Tuntaskan Kendala Produksi Hingga Pemasaran

TIMOR TENGAH SELATAN – Kelompok Wanita Tani UP2K Suka Maju di Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), selama ini dikenal memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi keluarga. Dengan mengolah berbagai hasil pertanian lokal seperti singkong, ubi, dan jahe menjadi aneka produk olahan, mereka telah membuka sumber pendapatan baru bagi para perempuan di desa tersebut.

Namun, di balik kegigihan mereka, kelompok yang didirikan pada tahun 2013 ini masih menghadapi kendala besar, terutama dalam hal kapasitas produksi dan pemasaran. Keterbatasan alat dan pengetahuan membuat produk mereka belum bisa bersaing secara maksimal.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (Undana) turun tangan. Tim yang dipimpin oleh Novi Theresia Kiak, S.E., M.SE., melaksanakan pelatihan dan pendampingan intensif selama dua hari, dari 29 hingga 30 Agustus 2025. Program ini merupakan bagian dari skema BIMA yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi.

Program ini melibatkan tim multidisiplin dari Prodi Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Manajemen Undana. Total 25 anggota wanita tani UP2K Suka Maju menjadi peserta, yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk meningkatkan kualitas usaha mereka.

Dalam sesi pelatihan, tim pengabdi fokus pada dua aspek utama: produksi dan pemasaran. Pada aspek produksi, mitra dilatih menggunakan teknologi tepat guna seperti mesin perajang, spinner, dan sealer. Peralatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kuantitas, serta efisiensi produksi.

Tak hanya itu, tim pengabdi juga mengajarkan bagaimana menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) agar harga jual produk lebih kompetitif. “Kami berharap melalui program ini, pendapatan keluarga petani meningkat, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa,” ujar Ketua Tim Pengusul, Novi Theresia Kiak.

Pada aspek pemasaran, para ibu tani diberikan pelatihan digital marketing dan diperkenalkan pada platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia. Mereka juga dilatih menggunakan sistem pembayaran digital Qris untuk memudahkan transaksi. Strategi pemasaran offline pun dikembangkan dengan membangun jaringan distribusi ke toko-toko ritel modern.

Peralatan produksi seperti spinner, sealer, dan mesin pemotong juga diserahkan langsung kepada kelompok sebagai dukungan nyata dari Undana. Bantuan ini disambut baik oleh masyarakat yang berkomitmen untuk memanfaatkannya secara optimal guna menunjang produktivitas dan kualitas produk olahan mereka.

Dukungan penuh dari anggota tim PKM lainnya, Sarlyn Nawa Pau, S.E., M.Sc dan Yuri Sandra Faah, S.Sos., M.M, serta narasumber ahli di bidang pemasaran dan produksi, Clarce Sarliana Maakh, S.Si., M.M, Andre Paulus Loe, S.Pd., M.Pd, Yohana Febiani Angi, S.E., M.Aks, dan Maria Indriyani Hewe Tiwu, S.E., M.Sc, turut menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.

Dengan adanya program pemberdayaan ini, diharapkan kelompok Wanita Tani UP2K Suka Maju dapat semakin mandiri, memperluas jangkauan pasar, dan menjadi penggerak utama ekonomi kreatif di Desa Ajaobaki. Inisiatif ini menjadi bukti nyata peran Undana dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, membawa inovasi dan kesejahteraan langsung ke tengah masyarakat. (Moi)

Comments are closed.
Arsip