SEMARANG – Gelaran Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX tahun 2025 resmi ditutup pada Jumat (26/9/2025) malam di Gedung Basket Prof. Susilo Wibowo, Universitas Diponegoro, Semarang. Dengan berakhirnya kompetisi, Kontingen Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Universitas Nusa Cendana (Undana) langsung mencatat evaluasi menyeluruh dan menatap edisi berikutnya dengan harapan baru.
POMNAS XIX, yang berlangsung sejak 19 September, menjadi panggung bagi atlet Undana dan perguruan tinggi NTT. Meskipun belum mampu memenuhi target medali, Ketua Kontingen NTT, Zambrud D. Nafie, S.Sos., M.AP., mengapresiasi totalitas dedikasi para atlet.

“Para atlet sudah berjuang maksimal, meski perlu peningkatan motivasi, persiapan fisik, dan mental agar hasil kita lebih baik lagi di masa mendatang,” ujar Zambrud usai penutupan.
Fokus pada Dukungan Finansial dan Pembinaan Awal

Zambrud menekankan bahwa salah satu kunci keberhasilan di ajang nasional adalah dukungan finansial yang matang. Ia menegaskan perlunya sinergi yang lebih kuat dari berbagai pihak. “Ke depan, pembiayaan dan dukungan dari perguruan tinggi, khususnya Undana, maupun pemerintah daerah sangat penting untuk mempersiapkan atlet sejak dini, bukan hanya menjelang kompetisi,” tegasnya.
Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa NTT di POMNAS telah membawa dampak psikologis positif. “Kehadiran atlet NTT membuktikan bahwa kita bisa diperhitungkan dalam olahraga mahasiswa. Ini menjadi motivasi untuk lebih giat berprestasi, bahkan di level internasional,” tambahnya.
Strategi BAPOMI NTT Menuju POMNAS XX
Menyambut POMNAS berikutnya, Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI NTT) telah menyiapkan langkah strategis. Fokus utama adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim, menjaring atlet berprestasi sejak usia dini, dan memberikan pembinaan yang berkelanjutan serta terstruktur.

Aspek lain yang menjadi prioritas adalah menyiapkan anggaran yang lebih matang melalui kerja sama yang lebih solid dengan pemerintah maupun sponsor dari pihak swasta.
Bagi mahasiswa Undana sendiri, pengalaman berlaga di POMNAS menjadi modal berharga yang melampaui raihan medali. Mereka belajar tentang sportivitas, disiplin, solidaritas, dan semangat juang yang akan sangat berguna dalam pengembangan diri mereka ke depan.
Dengan berakhirnya POMNAS XIX, kontingen NTT menatap edisi selanjutnya dengan optimisme yang tinggi. Sinergi antara kampus dan pemerintah daerah ini diharapkan semakin kuat sehingga olahraga mahasiswa NTT mampu bersinar lebih terang di kancah nasional pada POMNAS yang akan datang. (Iyl)
