(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Dukung Ketahanan Pangan: Dosen FKIP Undana Ubah Sampah Organik Kupang Jadi Pelet Pakan Berkualitas Tinggi Melalui Budidaya Maggot BSF

KUPANG – Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis teknologi hijau. Kegiatan yang berfokus pada pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot ini dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pada 28 Oktober dan 12 November 2025, bertempat di Tempat Penampungan Sementara (TPS) 3R Bakau Sejahtera, Oesapa Barat.

Tim pelaksana, yang terdiri dari dosen Fernando Saragih, M.Pd., Aditya Pamungkas, S.Tr.Pt., M.Pt., dan Bella Theo Pamungkas, S.Pd., M.Pd., merancang inisiatif ini sebagai solusi ganda. Didukung dana hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, program ini bertujuan untuk mewujudkan ekonomi sirkular, yaitu mengubah timbunan sampah kota menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Black Soldier Fly sebagai Biokonverter Efisien

Tim dosen menjelaskan bahwa program ini menjadikan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai ‘biokonverter‘ yang sangat efisien. Maggot BSF berfungsi mendegradasi limbah organik dan mengubahnya dari beban lingkungan menjadi biomassa kaya protein.

Selama dua sesi intensif, peserta, yang terdiri dari pengelola TPS hingga mahasiswa, menerima pelatihan komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup seluruh alur proses budidaya maggot, mulai dari teknik sortasi sampah organik yang optimal, manajemen pemeliharaan larva yang efisien, hingga tahapan pengolahan pascapanen.

Fokus utama dari pelatihan ini adalah menciptakan produk bernilai tambah berupa pelet pakan berkualitas tinggi. Produk pelet ini merupakan substitusi pakan yang unggul dan ekonomis, yang mampu menekan biaya produksi secara signifikan dalam sektor peternakan dan perikanan lokal.

Kemitraan Berkelanjutan Melalui Manajemen Bisnis

Dari perspektif Pendidikan Ekonomi, penekanan utama diberikan pada aspek bisnis dan manajemen. Peserta dilatih mengenai pencatatan hasil panen, standarisasi kualitas pelet, dan strategi pemasaran untuk memastikan keberlanjutan unit produksi. Demonstrasi penggunaan alat sederhana juga dilakukan agar teknologi ini mudah diadopsi dan direplikasi oleh komunitas.

Keberhasilan program ini menandai model kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pengelola TPS, tetapi secara nyata berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan lokal serta pelestarian lingkungan Kupang melalui pendekatan teknologi hijau dan partisipatif. (Audc)

Comments are closed.
Arsip