KUPANG – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan mengoptimalkan sumber daya alam lokal Desa Binoni, Kecamatan Amarasi. Dalam workshop yang digelar Sabtu (27/9/2025) ini, 30 ibu-ibu perwakilan GMIT dilatih untuk memproduksi dan memasarkan Minyak Rambut Herbal dari tanaman setempat.
Kegiatan bertema “Sociopreneurship berbasis pertanian: Produksi dan Pemasaran Minyak Rambut Herbal dari Tanaman Lokal” ini menjadi solusi konkret atas permasalahan ekonomi lokal melalui pendekatan kewirausahaan sosial.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (PKM), Lenny Biremanoe, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan keterampilan baru yang aplikatif. Pelatihan mencakup rantai nilai dari hulu hingga hilir agar tercipta ekosistem bisnis yang utuh.

“Kami tidak hanya melatih cara produksi, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang utuh. Mulai dari teknik ekstraksi minyak herbal yang efisien, pengenalan standar produksi BPOM, hingga pendampingan perizinan dan desain kemasan agar produk layak jual,” ujar Lenny Biremanoe.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi “Sociopreneurship” oleh Jim Briand Kolianan, S.Sos., M.Si, yang memberikan wawasan tentang membangun usaha yang tidak hanya mencari profit tetapi juga memberikan dampak sosial bagi komunitas.

Sesi yang paling dinanti adalah praktik langsung pembuatan minyak rambut herbal, yang dipandu oleh Christine E. Meka, S.Sos., MA, dan Jeni Ataupah, S.Sos., M.Si. Para ibu diajak mengolah tanaman lokal yang melimpah di Desa Binoni menjadi produk kosmetik bernilai ekonomi tinggi.
Untuk memastikan keberlanjutan bisnis, Henny Lada, S.Sos., M.I.Kom, membekali peserta dengan materi Strategi Digital Marketing dan Penguatan Branding. Pelatihan ini mencakup pembuatan konten digital, pengelolaan marketplace, dan strategi pemasaran online untuk menjangkau pasar yang lebih luas di luar Amarasi.

Pengabdian masyarakat ini dinilai sangat penting karena selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Undana, yakni meningkatkan keterlibatan dosen dalam pemberdayaan masyarakat dan mencetak wirausaha baru berbasis riset. Program ini juga mendukung penguatan sektor UMKM berbasis pertanian di tingkat nasional.
Tim PKM mengharapkan workshop ini dapat membawa perubahan besar dalam pemahaman dan pengetahuan tentang ekosistem usaha berbasis pertanian yang berkelanjutan di Desa Binoni.

Dengan melatih 30 ibu-ibu GMIT, program ini diharapkan dapat membentuk kelompok usaha yang mampu beroperasi secara mandiri. Para peserta yang telah dilatih akan menjadi mentor bagi anggota masyarakat lainnya, sehingga keberlanjutan program dan pemberdayaan ekonomi Desa Binoni tetap terjaga dalam jangka panjang. (WdM)
