(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

FKKH Undana Usung Konsep One Health Wujudkan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat

KUPANG – Fakultas Kedokteran dan Kedokterawan Hewan (FKKH), Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar seminar internasional dengan mengusung tema “From One Health Research to Clinical Practice and Innovation” atau dari penelitian one health untuk praktek klinis dan inovasi.

Seminar internasional tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si di Hotel Aston, Kota Kupang, Sabtu 5 Agustus 2023.

Semintar internasional tersebut menghadirkan 3 (tiga) narasumber luar negeri, yakni Dr. Akatsuki Saito, D.V.M, Ph.D (Miyazaki University, Jepang), Dr. Aaron Gaekwad ( Flinders University/FOHG ,Australia) dan Dr. Saengduen Moonsom, BSc, MSc,. Ph.D   (Mahidol University, Thailand).

Sementara itu, 3 narasumber dalam negeri yang tampil dalam seminar internasional itu, yakni Prof. Dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT(K) Hip and Knee (Universitas Airlangga Indonesia), Dr. dr. Christina Olly Lada,  M.Gizi, dr   Sidarta Sagita, dr. Su Djie To Rante, M.Biomed, Sp.OT (K) Hip&Knee  (Universitas Nusa Cendana).

Dalam sambutannya mewakili Rektor Undana, Warek I Undana, Prof. Annytha menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan seminar internasional. Menurutnya, seminar tersebut sebagai bagian dari kegiatan ilmiah yang harus dilakukan untuk mewartakan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Sebagai institusi akademik, kita mendorong seminar ini karena tahun ini Undana akan genap 61 tahun pada 1 September mendatang,” ujarnya. Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat Veteriner itu juga berharap hasil-hasil riset yang dilakukan nantinya harus berdampak positif atau bermanfaat bagi masyarakat di NTT, khususnya Kota Kupang.

Senada dengan Pj Wali Kota Kupang, Warek I Undana juga mendukung kerja-kerja kolaboratif yang dilakukan Undana dengan pemerintah daerah, khususnya dengan Pemkot Kupang. ““Tadi apa yang disampaikan oleh Bapak Wali berdampak dan kerja kolaboratif, sekalipun apa yang kita lakukan bersifat internasional atau global, tetapi tentunya harus konkrit. Konkretnya harus berdampak atau bermanfaat bagi regenerasi kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut Prof. Annytha juga berharap seminar internasional tersebut bisa memunculkan ide-ide baru dari penelitian-penelitian yang ada, juga adanya kolaborasi dan inovasi yang akan dilakukan kepada masyarakat dalam memajukan kesehatan dan kesejahteraan manusia.

Pj. Wali Kota Kupang, George Hadjoh, SH dalam sambutannya mengapresiasi Undana yang melaksanakan seminar internasional di Kota Kupang. Hal itu mengindikasikan Kota Kupang merupakan tempat yang aman dan kondusif bagi kegiatan atau even-even internasional.

Ia juga mendorong kerja sama dan kolaborasi antara Undana dan Pemkot Kupang dalam menyejahterakan masyarakat. “Kami sangat membutuhkan pikiran dan pengabdian dari para akademisi Undana untuk membantu pemerintah dan masyarakat Kota Kupang untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu persoalan yang perlu diselesaikan bersama adalah stunting yang masih tinggi beberapa bulan, meski demikian kolaborasi kedua pihak, kini angka stunting di Kota Kupang semakin menurun.

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Crhistina Olly Lada, M.Gizi menyampaika tujuan terselenggaranya seminar internasional tersebut adalah untuk mensosialisasikan hasil-hasil penelitian yang bisa mengatasi masalah-masalah klinis yang ada pada pasien dan masyarakat pada umumnya.

“Dalam seminar internasional ini, kita berbagi pengalaman, ilmu pengetahuan serta teknologi yang sudah diterapkan yang didapatkan dari hasil penelitian. Gunanya yaitu selain mengatasi masalah-masalah klinis di pasien tetapi juga mengatasi kesehatan masyarakat dan itu berbasis one health,” paparnya. Artinya, sambung Dr. Christina, ada integrasi antara berbagai bidang studi dan juga kelompok profesi yang bekerja sama untuk mengatasi masalah tersebut,” jelasnya.

Sementara dr. Su Djie To Rante, Sp.OT (K) selaku Ketua Panitia kegiatan menjelaskan, topik yang diangkat dalam seminar internasional tersebut menggabungkan ilmu pada kedokteran hewan, manusia dan lingkungan, dengan harapan agar mahasiswa bisa mengolaborasikan ketiga hal tersebut.

“Jadi kesehatan itu belum tentu faktornya hanya manusia saja tetapi dari hewan atau lingkungan juga bisa menjadi pemicunya. Kita harus sama-sama bekerja, sehingga bisa memproteksi manusia, lingkungan dan hewan,” katanya.


dr. Su berharap seminar internasional tersebut bisa memberikan dampak baik bagi seluruh peserta dan mengharapkan semua dokter perlu meng-upgrade ilmu baik di tempat perkuliahan maupun di Rumah Sakit.

“Kami dari Undana mengharapkan agar para peserta bisa belajar baik di Kampus maupun di Rumah sakit. Semua dokter harus selalu meningkatkan ilmu dan jangan pernah merasa cukup, tetapi harus belajar terus. Tidak boleh berhenti belajar,” ujarnya.

Untuk diketahui, hadir di sela-sela seminar tersebut Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, usai mengikuti wawancara secara live di stasion Radio Tirilolok Kupang (rfl)

FOTO-FOTO

Comments are closed.
Arsip