Wacana penambahan Program Studi (Prodi) di Universitas Nusa Cendana (Undana) akhir-akhir ini semakin menguat. Khusus pada Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH), 1 (satu) Prodi yang sebelumnya dalam wacana, kian menjadi nyata, yakni Prodi Farmasi. Kali ini, proses menuju pendirian Prodi Dokter Gigi pun tengah dilakukan. Sejumlah inisiator, baik dari internal Undana maupun dari Pengurus Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang NTT bertemu Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dan jajarannya di Rektorat Undana, Jumat (8/4/2022) siang. Komitmen mendirikan Prodi Dokter Gigi pada FKKH pun semakin menguat melalui pertemuan tersebut.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala RSU Undana, dr. S. M. J. Koamesah, MMR, MMPK, FISPH, FISCM, Ketua PDGI NTT, drg. Manginar Sidabutar, MHID, dan sejumlah anggota diantaranya yakni drg. Ratih Variani, M. Kes, drg. Emma Krisyudhanti, MDSc, drg. Eny Wahyuni, Sp.BM, drg. Rahmatia Djou, Sp.PM dan anggota lainnya.
Ketua PDGI NTT, drg. Manginar Sidabutar, MHID ketika menjelaskan Proposal Pendirian Prodi Kedokteran Gigi di Undana mengaku sangat penting untuk membuka Prodi Dokter Gigi di Undana, sebab distribusi dokter gigi di Indonesia tidak merata. Hal ini menyebabkan banyak dokter gigi yang tersebar di Indonesia bagian barat, sementara kondisi sebaliknya terjadi di Indonesia Timur. Belum lagi, banyak oknum yang melakukan praktik di luar dari keahliannya (malpraktik) di NTT, akibat kurangnya dokter gigi.
Pihaknya mengaku pendirian Prodi Dokter Gigi di Undana juga sebagai upaya antisipasi dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sebab, tahun 2025 mendatang banyak pekerja dari luar Indonesia, termasuk dokter gigi luar negeri ke Indonesia, akibat kekurangan dokter gigi. “Nanti pada tahun 2025, MEA dibuka, maka dokter dari luar Indonesia akan bebas praktik di Indonesia, sehingga kita harus siapkan SDM-nya mulai dari sekarang. Sebab, mereka akan merebut pasar di negeri kita sendiri. Kita harus siapkan kesempatan itu kepada anak-anak kita,” terangnya.

Ketua PDGI NTT, drg. Manginar Sidabutar, MHID dan sejumlah anggota PDGI ketika mengunjungi Rektor dan jajarannya di Rektorat Undana, Jumat (8/4/2022).
Karena itu, jika Prodi Dokter Gigi dibuka di Undana, maka akan mempersiapkan generasi Indonesia Timur untuk bersaing merebut pasar kerja, khususnya bidang dokter gigi. Selain itu, Prodi Dokter Gigi tersebut akan menyebabkan terjadi pemerataan dokter gigi di Indonesia, khususnya akan memunculkan banyak dokter gigi muda asal NTT, guna mendukung derajat kesehatan masyarakat NTT. Pada akhir paparannya, pihaknya menyampaikan terima kasih atas respon Rektor Undana dan jajarannya yang sangat luar bisa dalam mendukung upaya pendirian Prodi Dokter Gigi di Undana.
Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc pada kesempatan itu menyambut gembira penjelasan yang disampaikan Ketua Pengurus Dokter Gigi (PDGI) NTT beserta jajarannya. Ia juga sangat mengapresiasi inisiatif dari PDGI NTT yang mengunjungi Undana guna memaparkan proposal pendirian Prodi Dokter Gigi di FKKH Undana. Menurut Rektor, sejak pendirian Fakultas Kedokteran (FK) – sebelum merger menjadi FKKH – justru penggagasnya dari dalam Undana, tetapi kali ini justru berbeda. Sehingga, menurut Dr. Maxs, hal ini merupakan sebuah keyakinan dan kepercayaan dari pihak eksternal Undana untuk mendorong Undana agar membuka Prodi Dokter Gigi.
Sesuai pengalaman pendirian FK 2008 lalu, Rektor mengisahkan, muncul banyak tantangan dan keraguan dalam pendirian fakultas baru, terutama tantangan dan sikap pesimis dari pihak luar. Karena itu, dalam pendirian Prodi Dokter Gigi, pihaknya optimis, dengan kemauan yang kuat dari Undana, PDGI NTT maupun PDGI pusat, serta dukungan lainnya, semisal Komisi X DPR RI, pihaknya percaya, pendirian Prodi Kedokteran Gigi bisa terwujud pada waktunya.
“Sekarang ini dukungannya terbalik. Dukungan PDGI ini sebuah kekuatan luar biasa. Kita bisa bergerak bersama mendirikan Prodi Dokter Gigi di Undana,” ungkapnya sembari menyatakan bahwa pendirian Prodi Farmasi sudah mendapatkan izin, sehingga Prodi Kedokteran Gigi juga akan segera menyusul. Pihaknya menambahkan bahwa Undana berkomitmen melakukan kerja sama dengan PDGI, termasuk membentuk tim khusus yang terdiri dari pihak Undana, PDGI dan pihak lain yang dianggap perlu, agar bisa melakukan audiensi dengan Gubernur NTT guna meminta dukungan, termasuk dengan menyediakan proposalnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Sipri Suban Garak, M. Sc menambahkan bahwa Prodi Kedokteran Gigi yang akan dibuka di Undana, memang perlu dilakukan, sebab sesuai dengan kebutuhan masyarakat NTT. Karena itu, tambahnya, Undana akan berkomitmen membentuk tim guna mempercepat pembukaan Prodi Dokter Gigi.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistim Informasi, Ir. I Wayan Mudita, M. Sc, Ph. D. Pihaknya mendukung upaya PDGI yang mendorong Undana membuka Prodi Dokter Gigi. Ia mengatakan bahwa hal tersebut akan menjawab kebutuhan masyarakat NTT. Dari aspek kerja sama, dirinya mengaku siap guna melakukan kerja sama dengan universitas yang siap menjadi pengampu atau memberi dukungan sejak awal pendirian Dokter Gigi nantinya. (rfl)
Tim Humas, Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas,
Contact Person (CP): 0813 4331 7070
Kunjungi Media Sosial Undana
YouTube: Official Universitas Nusa Cendana: https://www.youtube.com/channel/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw
Facebook: Universitas Nusa Cendana: https://web.facebook.com/nusacendana1962
Instagram: universitas.nusa.cendana https://www.instagram.com/universitas.nusa.cendana/
