(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Dirjen KSDAE Minta Undana Tak Jadi Penonton Soal Konservasi SDA

 

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ir. Wiratno, M.Sc meminta Universitas Nusa Cendana (Undana), tak boleh menjadi penonton dalam upaya konservasi sumber daya alam (SDA) di NTT. Sebaliknya, Undana diminta agar menjadi pemicu adanya konservasi keanekaragaman hayati, baik tingkat spesies, genetik hingga ekosistem.

Permintaan itu disampaikan Dirjen KSDAE ketika menyampaikan kuliah umum dengan tajuk Konservasi Lintas Batas, yang dimoderatori dosen Prodi Biologi, FST, Dr. Ir. Alfred O. M. Dima, M.Si, yang digelar di Ruang Teater, Rektorat Undana, Senin (21/3/2022).

 

Kuliah umum tersebut menyusul kesepakatan Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dengan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong, Ph. D, Februari lalu di Jakarta.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Balai (Kabalai) Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT, Ir. Arief Mahmud, M.Si, Kabalai Taman Nasional Kelimutu (TNK), Hendrikus Rani Siga, Plt. Kabalai Taman Nasional Matalawa,  Hastoto, serta sejumlah staf Dirjen KSDAE. Hadir pula sejumlah pimpinan Undana, diantaranya Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistim Informasi, Ir. I Wayan Mudita, M. Sc., Ph. D, Direktur Pascasarjana, Prof. Felix Tans, M. Ed, Dekan FKIP, Dr. Malkisedek Taneo, M.Si, Kepala LP2M Undana, Dr. Damianus Adar, M. Ec, Koordinator Prodi Ilmu Lingkungan PPs, Philipi de Rosari, M.Si., Ph. D, Plt. Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas, Imanuel Saduk, SH., M. Hum, dan dosen lainnya.

 

Dirjen KSDAE,  Ir. Wiratno, M. Sc bersama istri dan jajarannya foto bersama Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc beserta jajaran, usai kuliah umum di ruang Teater, Rektorat Undana, Senin (21/3/2022).

 

Dihadapan ratusan mahasiswa Undana, Dirjen KSDAE mengakui, NTT memiliki keanekaragaman hayati yang sangat mengagumkan. Karena itu, perlu dukungan seluruh pemangku kepentingan, seperti pihak kampus, maupun masyarakat agar ikut menjaga kelestarian flora dan fauna asli NTT.

Wiratno menegaskan, masyarakat NTT perlu dilibatkan dalam hal konservasi Sumber Daya Alam (SDA), dan tidak boleh menjadi penonton. Dia mengungkapkan saat ini terdapat 60 lebih spesies untuk obat di Ruteng, NTT, terdapat soft coral anti kanker yang akan ikut dikembangkan dan memiliki paten asli NTT. Begitu pula dengan 1 (satu) mikroba yang bisa membantu pertumbuhan akar tanaman pada daerah kering. Menurutnya, beberapa kekayaan tersebut sangat cocok digunakan untuk masyarakat NTT.

 

Kendati demikian, ungkap Dirjen KSDAE, problem utama koservasi sejauh ini 60 persen masih didominasi oleh isu-isu sosial, sisanya 40 persen iso biologi dan ekologi. Karena itu, sekali lagi, masyarakat, papar Wiratno, harus dilibatkan dalam urusan konservasi alam. “Ada 10 cara saya dalam konservasi, salah satunya adalah menghormati masyarakat adat dalam menjaga ekosistem, karena masyarakat tidak boleh jadi penonton di daerahnya,” tandas dia.

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, ketika membuka kuliah umum tersebut mengatakan, NTT memiliki flora dan fauna yang luar biasa, termasuk Komodo, dan satwa endemik lainnya. Pihaknya menyebut, pertemuannya dengan Wamen LHK Februari lalu adalah untuk memberi akses kepada Undana agar melakukan penelitian terhadai komodi dan satwa endemik lainnya. “Sungguh ironi jika segala sesuatu kita miliki, tetapi tidak kita lakukan penelitian. Padahal, Komodo dan satwa endemik lain asal NTT memiliki nilai kompetitif yang tinggi bagi Undana jika diteliti,” ujar Rektor.

 

Karena itu, saat ini, lanjut Dr. Maxs, Undana tengah menyiapkan dokumen naskah kerjasama yang akan ditandatangani bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam waktu dekat.
Rektor menambahkan, dalam waktu dekat, ia juga akan berupaya membangun hutan pendidikan bagi Undana. Karena itu, kehadiran Dirjen KSDAE, menurut Rektor, sebagai bentuk komitmen dan dukungan KLHK kepada Undana, khususnya dan untuk Provinsi NTT pada umumnya. (rfl)

 

Nonton Juga di YouTube Official Universitas Nusa Cendana:

 

Tim Humas, Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas,

Kontak Person (Humas): 0813 4331 7070

Kunjungi Media Sosial Undana

YouTube: Official Universitas Nusa Cendana:

https://www.youtube.com/channel/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw

Facebook: Universitas Nusa Cendana:

https://web.facebook.com/nusacendana1962

Instagram: universitas.nusa.cendana

https://www.instagram.com/universitas.nusa.cendana/

 

Comments are closed.
Arsip