Badan Nasional Penanggulangan Bencana (PNBP) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi menjalin kerja sama. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara dua bela pihak yang diwakili Rektor Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dan Kasubdit Pemulihan dan Peningkatan Perumahan, BNPB, Agus Riyanto, ST., MM.
Selain melakukan penandatanganan MoU, Kasub Direktorat juga memberikan kuliah umum dengan tajuk Penanggulangan Bencana di Indonesia, yang dilaksanakan di Ruang Teater, Rektorat Undana, Selasa (29/3/2022).
Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dalam sambutannya mengaku sangat senang ketika melakukan penandatanganan MoU dengan BNPB. Menurutnya, hal tersebut sangat penting, pasalnya saat ini potensi dan ancaman bencana di Indonesia, khususnya di NTT, semakin nyata.

Rektor Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dan Kasubdit Pemulihan dan Peningkatan Perumahan, BNPB, Agus Riyanto, ST., MM menunjukkan dokumen nota kesepahaman yang telah ditandatangani keduanya sebelum kuliah umum di Ruang Teater, Rektorat Undana, Selasa (29/3/2022).
Rektor menyebut, masih segar dalam ingatan, badai Siklon Seroja yang menghantam NTT, khususnya Kota Kupang. Karena itu, melalui MoU tersebut, dirinya berharap ke depan Undana juga akan membentuk Pusat Studi Mitigasi Bencana. Dengan begitu pemahaman dan pengetahuan tentang mitigasi bencana bisa ditingkatkan, guna mengurangi dampak terjadinya bencana, baik alam maupun non alam.
Dr. Maxs mencontohkan, Jepang sangat luar biasa dengan mitigasi bencana yang dilakukan. Sebab, negeri Sakura tersebut rawan terjadi bencana. Pihaknya juga menyambut baik usulan BNPB melalui Subdirektorat Pemulihan dan Perumahan agar membuka Program Studi Manajemen Bencana.
“Ini sesuatu yang baru, memang kita butuh wacana-wacana seperti ini,” ujarnya sembari menyebut bahwa program riil yang sudah dilakukan BNPB bersama Undana melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) adalah sesuatu hal yang baik, yang dilakukan sebelum penandatanganan MoU.
Sementara Kasubdit Pemulihan dan Perumahan BNPB, Agus Riyanto, ST., MM dalam kuliah umumnya mengatakan penanggulangan bencana membutuhkan peran sejumlah pihak, termasuk Perguruan Tinggi, dalam hal ini Undana. Menurutnya, upaya menggandeng civitas akademika, karena diyakini masih memiliki independensi dan integritas. Selain itu, peningkatan kapasitas stakeholders pada tingkat Pemerintah Daerah juga dilakukan dalam rangka percepatan penanggulangan bencana.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah sektor yang fokus BNPB adalah perumahan/pemukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial, dan kesehatan. Untuk tahun ini, yang masih menjadi fokus BNPB adalah sektor permukiman dan infrastruktur. Agus menambahkan bahwa bencana yang terjadi di Indonesia, baik alam maupun non alam, sesungguhnya tidak dapat ditanggulangi. Namun, manusia bisa berupaya mengatur agar dampak bencana tidak merugikan dan membawa korban jiwa. (rfl)
Tim Humas, Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas,
Contact Person (CP): 0813 4331 7070
Kunjungi Media Sosial Undana
YouTube: Official Universitas Nusa Cendana: https://www.youtube.com/channel/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw
Facebook: Universitas Nusa Cendana: https://web.facebook.com/nusacendana1962
Instagram: universitas.nusa.cendana https://www.instagram.com/universitas.nusa.cendana/
